Pages

Showing posts with label Bangunan dan Tanah Tusuk Sate. Show all posts
Showing posts with label Bangunan dan Tanah Tusuk Sate. Show all posts

Wednesday, November 3, 2010

Bangunana Tusuk Sate Menurut Ahli Fengsui

Tanya
Orang-orang mengatakan bahwa rumah saya adalah rumah tusuk sate, yang dapat menyebabkan masalah bagi saya dan keluarga saya. Mohon dijelaskan, apakah pendapat tersebut benar? Dan kalau benar, apa solusi yang paling efektif? Terimakasih.

Dar, Jakarta

Linda Kho menjawab

Rumah tusuk sate (T-junction) berpotensi besar menjadi biang masalah bagi penghuni rumah tersebut. Feng shui adalah ilmu yang menganalisis energi yang dibawa oleh angin. Bangunan yang baik secara feng shui, harus mendapatkan angin yang cukup (tidak boleh terlalu deras, dan tidak boleh terlalu sedikit).

Jika terlalu kencang/ kuat, akan menyebabkan penghuni tidak sempat menikmati energi yang baik tersebut. Bagi yang ‘kuat’, situasi ini bukan merupakan problem. Namun, biasanya dalam sebuah rumah, tidak semua anggota keluarga cukup kuat untuk menahan derasnya angin (yang sudah barang tentu membawa debu/ kotoran), terutama anak-anak. Maka tidak heran jika besar kemungkinan penghuni rumah yang tusuk sate, sering mendapat gangguan baik kesehatan maupun finansial.

Analogi dari penjelasan tersebut adalah sama halnya kondisi kesehatan seseorang dipengaruhi oleh kualitas makanan yang dikonsumsinya. Jika seseorang mengkonsumsi makanan yang tidak sehat secara terus menerus, tentu penyakit akan menjadi sahabat karib.

Meski demikian, ada beberapa kondisi tusuk sate tertentu yang tidak berbahaya. Pertama, jika jalan yang menusuk adalah jalan kecil/ sepi, yang kanan kirinya tidak terdapat banyak bangunan. Kondisi ini menyebabkan angin yang menusuk rumah sangat lemah, sehingga tidak cukup kuat memberikan pengaruh yang negatif.

Kedua, jika jalan di depan rumah, memiliki arus yang lebih ramai (jalur yang lebih padat), dibandingkan dengan arus jalan yang menusuk. Angin yang datang dari jalan yang menusuk, akan dapat dinetralisir (ditangkis) oleh arus kendaraan di depan rumah. Sehingga angin tusuk sate tidak berbahaya.

Ketiga, pintu utama ataupun jendela besar tidak langsung menghadap jalan yang menusuk. Sederas apapun angin yang datang dari jalan yang menusuk, tidak dapat masuk ke rumah. Namun, jika pintu utama dan jendela terlanjur berhadapan langsung dengan jalan, bangunlah pagar tembok minimal setinggi pintu utama. Alternatif lain, pintu utama dan jendela dapat direlokasi, sedemikian rupa sehingga terhindar dari tusuk sate.

Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat bagi anda dalam menata rumah.

Linda Kho
http://www.fengshuikita.com

Linda Kho belajar feng shui secara otodidak mulai tahun 2002. Lalu belajar feng shui dari Master Vincent Koh (Singapura) di Singapore Polytechnic tahuin 2005, dan memperdalam ilmu feng shui dari Grandmaster Raymond Lo (Hong Kong) tahun 2007. Sekarang menetap di Salatiga, Jawa Tengah.

Usaha Laris Manis Di Lokasi Tusuk Sate

Sebidang tanah pada posisi tusuk sate.. saya 'dinasehati' oleh beberapa orang agar tidak usah membangun rumah di lokasi itu. Alasannya beragam dan bermuara pada satu jawaban, rumah pada posisi tusuk sate membuat rezeki mampet.

Ajaib memang, masih saja ada yang berpikiran primitif seperti itu. Sejak kapan posisi rumah ikut mengatur rezeki yang kita terima. Nyatanya banyak kenalan saya yang rumahnya posisi tusuk sate malah sekarang kaya raya. Bengkel temen malah tambah 'parah'.. sudah tusuk sate, sebelah kuburan, alamatnya nomer 13.. tapi laris manis sampai nolak pelanggan dan bisa naek haji sekeluarga berkali-kali hanya dari keuntungan bengkelnya.

Tapi kadang kala saya disodori contoh akibat ngotot tinggal di rumah tusuk sate. Ada yang anaknya mendadak mati, ada yang tiba-tiba usahanya bangkrut, ada yang istrinya selingkuh, dsb. Lalu setelah pindah rumah, maka tidak ada lagi musibah. Ya tak jawab enteng saja.. lhaa, ya memang anaknya sudah lama penyakitan, usahanya bangkrut karena kebanyakan ngutang, istrinya selingkuh karena suaminya suka teler.. hahaha. Jadi bukan karena rumahnya.

Yaitu bahwa kepercayaan rumah tusuk sate membawa bencana adalah salah satu bentuk keyakinan yang mungkar dan membawa kepada syirik. Maka ane sih santai saja. Rezeki dan apapun semua hanya dari Allah swt. Bukan dari bentuk atau posisi rumah.

Dan untungnya lagi tanah di posisi tusuk sate harganya lebih murah. Setelah dipikir dan direnungkan... kapan lagi punya kapling luas di pusat bisnis Surabaya seharga rumah mungil dua kamar di perumahan elit?

Maka... Bismillah... InsyaAllah lancar proses pembangunannya...
(falsettoholic.multiply.com)

Pemanfaatan Dinding Rumah Untuk Media Iklan

Jangan beli rumah yang tusuk sate ! Demikian salah satu pesan bapak saya kalau mau membeli rumah atau tanah untuk tempat tinggal. Hal ini ternyata ada hongshui yang mempercayai hawa buruk dari lokasi tanah yang berada tepat di ujung pertigaan dan terlihat lurus dari salah satu jalan simpangan.

Sebenarnya kalau dipikir secara rasional, mungkin anjuran itu adalah lokasi untuk aktivitas harian atau untuk bisnis menjadi terganggu. Bayangkan saja, lalu lintas di lokasi tersebut pasti ramai dan banyak kendaraan yang melintas. Aktivitas untuk keluar-masuk atau berada di sekeliling rumah akan terganggu, demikian juga untuk fasilitas parkir kendaraan. Risiko untuk ikut terkena kecelakaan lalu lintas di sekitar lokasi juga cukup besar.

rumah-iklan-iqmal


Namun cap negatif rumah atau tanah dengan lokasi tusuk sate ini sekarang dapat berubah. Seiring dengan perkembangan bisnis yang merambah ke berbagai hal dan menjadikan kompetisi dunia usaha semakin ketat, maka tahap promosi menjadi suatu ujung tombak pemasaran yang strategis. Bentuk promosi melalui iklan harus dilakukan dan dipersiapkan secara khusus dengan didukung dana yang tidak sedikit, bahkan jika perlu melalui suatu agen periklanan yang kreatif dan berkualitas. Salah satu produk kreatif orang-orang periklanan ini adalah dengan memanfaatkan rumah atau bangunan yang berada di lokasi tusuk sate ini. Ternyata lokasi ini sangat strategis sebagai media promosi iklan dari suatu produk. Beberapa variasi yang ada adalah dengan pembuatan baliho / banner display iklan berukuran besar, tiang untuk pemasangan spanduk, dan yang terakhir serta cukup kreatif adalah berupa penyiapan rumah/bangunan itu sendiri sebagai media iklan.

Tembok dari bangunan atau rumah tersebut dimanfaatkan sebagai media dengan komposisi visual yang cukup menarik. Hal ini sangat didukung jika bentuk rumah minimalis atau bahkan kalau perlu hanya berupa tembok/dinding kosong pada sisi yang menghadap jalan. Dinding tersebut akan dicat dan digambar sesuai dengan isi iklan. Beberapa produk yang sudah memanfaatkan media ini antara lain adalah produk provider penyedia jasa komunikasi telepon, rokok dan beberapa produk lainnya. Di Yogyakarta, saya sudah menjumpai di beberapa lokasi seperti di Ringroad Utara, jalan Kaliurang, jalan Wates dan di beberapa lokasi lain.

rumah iklan simpati seperti ini tentu saja menjadi bentuk kegiatan perekonomian yang saling menguntungkan. Bagi pemilik rumah, tentu saja akan mendapatkan hak sewa atas ruang dinding yang digunakan. Kenyamanan rumah saya kira tetap diperoleh, karena bagian dalam rumah sama sekali tidak terpengaruh oleh iklan yang dipajang. Bagi pemilik produk, akan mendapatkan sarana promosi yang strategis dan dapat menjangkau konsumen yang ditarget berupa pengguna jalan yang lewat daerah tersebut. Bagi agensi periklanan, tentu saja memberikan penghargaan materi atas jasa pembuatan iklan tersebut dengan biaya produksi yang relatif lebih rendah karena tidak harus penyediaan media baliho.

Bagi pengguna jalan ? Minimal hiburan untuk pandangan mata, daripada bengong melamun. Apalagi kalau iklan yang disajikan relatif cukup kreatif dan memberi sensasi tersendiri, misal dengan pembuatan gambar yang menghibur dan indah.

Yang saya belum tahu adalah apakah model iklan seperti ini juga dikenai pajak oleh pemerintah daerah. Mengingat lokasi yang digunakan adalah daerah pribadi pemilik tanah atau bangunan, bukan fasilitas umum seperti trotoar atau median jalan. Hal ini perlu dipikirkan mengingat ke depan, dunia periklanan akan semakin maju dan semakin bervariasi sehingga sejak dini sudah dipikirkan pengelolaan yang tetap saling menguntungkan bagi semua pihak.

Andai saja rumah saya di lokasi itu, mungkin yang saya tawarkan adalah tidak hanya satu sisi dinding yang di luar, tapi seluruh dinding baik di luar maupun di dalam rumah. Lumayanlah, bisa menghemat beli cat tembok dan biaya pengecatan.

Mendesain Rumah Di Lokasi Tusuk Sate

Kalau anda mengira itu kayak daging kambing disusuk, itu berarti makanan. tapi kalau rumah yang berada di lahan ujung jalan biasa masyarakat menyebut “Rumah Tusuk Sate” memang asik dan unik orang menyebutnya, tapi inilah yang akan menjadi daya tarik dan bahan perbincangan masyarakat, apalagi bagi anda yang kebetulan pengen membeli rumah di suatu lokasi.

1234


Saya pernah dipercaya mendesain Interior sebuah rumah di Kota Bogor, yang kebetulan di lokasi seperti ini, sebelumnya saya sudah bikin beberapa alternatif desain untuk interior, setelah melihat lokasi ternyata alternatif desain berubah 100% dan memulai dengan desain ulang. Sulit?? ya memang butuh sedikit memakai trik supaya hasil desainnya tidak hanya menarik tapi juga nyaman dari sirkulasi udara.

Ada beberapa tips jika kebetulan anda memiliki / ingin membeli tanah yang kebetulan di lokasi tusuk sate:

-Biasanya dilokasi perumahan, rumah yang berada di tusuk sate lebih miring harganya entah kenapa, apa supaya cepet laku atau gara-gara ber-image negatif, Jika anda sudah memiliki pemahaman masalah ini maka tidak ada salahnya anda menganbil posisi tusuk sate tersebut,

-Kalau dalam ilmu fengshui istilahnya “posisi sha qi” yang berarti hawa pembunuh, maka harus ada beberapa elemen penangkal hawa jahat tersebut,

-Yang paling gampang, anda cukup menanami pohon di bagian depan rumah tersebut, pohon yang mampu menghalau udara dan debu secara langsung, bisa juga sebagai penghalang jika kendaraan melaju kencang dan tak terkendali, pohon mangga yang rindang misalnya atau yang lainnya,

-Perlu pagar tembok? Bisa juga dengan pagar tembok, dengan ketinggian 1,2meter cukup untuk rumah tinggal atau menyesuaikan dengan situasi di komplek tersebut, jika rawan maling tidak ada salahnya dengan pagar tembok tinggi tapi dengan desain yang sesuai tentunya bukan asal, bisa-bisa malah rumah tertutup dengan pagar jadinya,

-Ciptakan Eksterior yang nyaman dan segar dengan Bukaan seperti pintu dan jendela arahkan ke samping saja, supaya udara yang masuk ke rumah masih segar bukan dari debu jalan depan rumah, pintu dapur yang semula mengarah ke garasi misalnya arahkan ke samping saja,

-Waduh, kok ribet ya… Sebenernya malah ada nilai positifnya lho, misalnya dipake tempat usaha, dengan posisi yang terlihat dari berbagai sudut akan lebih memberi kesan komersial kan tentunya,

-Penting dalam hal ini anda menciptakan kenyamanan dan keharmonisan dalam ruang gerak rumah tinggal anda, dengan demikian hawa jahat akan enggan hinggap dan menetap, dan anda bisa hidup dengan harmonis dan bahagia.
(beterworld.wordpress.com)

Saturday, October 30, 2010

Harga Bilboard Tergantung Posisi

Harga billboard sangat ditentukan oleh letak posisinya, apakah berada dikelas jalan utama, protokol, atau kawasan perdagangan yang masing-masing kelas jalan tersebut mempunyai konsekwensi biaya perijinan, pajak, retribusi tersendiri yang berbeda-beda. Semakin strategis lokasinya maka billboard tersebut akan semakin mahal, karena biaya yang dikeluarkan pemilik billboard juga banyak.

Kalau masalah ukuran berbanding lurus dengan biaya yang akan ditimbulkan, karena pajak, retribusi, dan perijinan perhitungannya menggunakan satuan per meter.

Sedangkan untuk biaya konstruksi relatif sama.

Demikia sedikit gambaran, semoga bermanfaat.

Master Comp – Pringapus

Contoh Perjanjian Sewa Space Bilboard

SURAT PERJANJIAN KONTRAK SEWA LOKASI PEMASANGAN REKLAME
Di Jl. ……………………………………..
SEMARANG

Nomor : …… /…/XII/2007

Pada hari ini, ……… Tanggal ……….. Bulan Desember Tahun Dua Ribu Tujuh (…/12/2007), telah dibuat dan ditandatangani Perjanjian Sewa lokasi Pemasangan Reklame, oleh dan antara :

1.Nama : ……………
Jabatan : Direktur
Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama PT. ……………….. yang berkedudukan di. Jl. …………………… Semarang, yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA.

2.Nama : ……………….
Jabatan : President Director
Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama J……………….., yang berkedudukan di. Jl. ………………. Jakarta Pusat, yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK KEDUA.

Kedua belah pihak telah sepakat mengikat diri satu sama lain dalam perjanjian , dengan ketentuan dan syarat-syarat yang akan diterangkan lebih lanjut dalam perjanjian ini :

PASAL 1
LINGKUP PERJANJIAN

Pihak Pertama dengan ini member ijin kepada Pihak Kedua yang menyatakan setuju menyewa lokasi Billboard milik Pihak Pertama untuk mempromosikan produk milik Pihak Kedua dengan pemasangan 1 (satu) buah billboard ukuran 5 m x 10 m x 1 muka, vertikal, frontlite yang dipasang pada konstruksi milik Pihak Pertama yang terletak di Jl. ……………………..

PASAL 2
JANGKA WAKTU SEWA

2.1.Jangka waktu untuk pemasangan billboard tersebut selama 1 ( satu ) tahun terhitung sejak visual / MMT billboard pertama kali dipasang dan dijelaskan waktunya oleh keterangan dalam ijin dan pajak reklame yang di bayarkan oleh Pihak Pertama.

2.2.Jangka waktu sewa bisa diperpanjang dengan kententuan selambat-lambatnya 2 ( dua ) bulan sebelum masa kontrak berakhir, kedua belah pihak telah menyepakati syarat-syarat perjanjian kontrak baru.

PASAL 3
HARGA SEWA

3.1.Kedua belah pihak telah menyepakati harga kontrak sewa lokasi tersebut sebesar Rp.135.000.000, (Seratus Tiga Puluh Lima Juta Rupiah) belum termasuk PPN 10%.

3.2.Harga kontrak tersebut diatas termasuk fasilitas yang disediakan oleh Pihak Pertama, adalah :
Perijinan dan pajak reklame selama 1 (satu) tahun.
Sewa lahan pemkot selama 1 ( Satu ) tahun.
Sewa konstruksi dan panel billboard 1 muka selama 1 ( satu ) tahun .
Sambungan listrik dan instalasinya.
Lampu penerangan HPIT @ 400W= 4 unit menyala mulai pukul 17.30 s/d 05.00 WIB.
Rekening listrik bulanan selama 12 ( dua belas ) bulan .
Perawatan selama 1 (m satu ) tahun.
Dua (2) kali cetak materi visual Flexface Fronlite ( MMT ) 5 x 10m.
Gratis biaya pemasangan materi visual selama dua (2) kali selama masa kontrak.
Maintenance.

PEMBAYARAN

3.3.Biaya tersebut di atas dibayar oleh Pihak Kedua sebesar 50% saat penandatangan kontrak sewa billboard ini.
3.4.Dan pembayaran pelunasan setelah pekerjaan selesai yang dibuktikan dengan Berita Acara Serah Terima Pekerjaan.
3.5.Pembayaran dilakukan melalui transfer ke rekening bank sebagai berikut :

BCA a.n. PT. ……………
Cabang Jl. …………………
AC ………………

3.6.Pihak Pertama setelah menyelesaikan pemasangan konstruksi lengkap dengan visual yang diinginkan / ditunjuk oleh Pihak Kedua maka akan mengajukan penagihan kepada pihak kedua seharga seperti ditulis pada pasal 3.1 disertai dengan bukti copy surat pembayaran pajak reklame Pemkot Denpasar, bukti PPn dan Pph.

3.7.Apabila terjadi kesalahan dalam jumlah besarnya PPn dan PPh menurut perhitungan / alasan yang diajukan oleh pihak kedua , maka pihak pertama akan meberikan waktu maksimal 10 ( sepuluh ) hari setelah tanggal pengiriman penagihan Pihak Pertama, karena penolakan Ppn / PPh yang telah melewati bulan takwem penagihan akan sulit di realisasi di kantor pelayanan pajak di Indonesia.

PASAL 4
HAK DAN KEWAJIBAN

4.1.Pihak Pertama memberikan persetujuan dan ijin untuk menampilkan produk milik Pihak Kedua selama masa kontrak.

4.2.Pihak Pertama menjamin tidak akan ada tuntutan dari pihak manapun sehubungan dengan pemasangan Billboard di lokasi tersebut, namun apabila hal tersebut menjadi kenyataan maka Pihak Kedua bebas dari segala tuntutan, karena hal tersebut merupakan tanggung jawab Pihak Pertama. Pihak pertama juga menjamin bahwa papan reklame / billboard yang terpasang tidak tertutup atau terhalang bangunan / apapun didepanya sehingga dapat terlihat oleh khalayak umum.

4.3.Apabila dikemudian hari Pemkot Kota Denpasar mengeluarkan peraturan baru atau peraturan tambahan yang mengakibatkan reklame dimaksud ditiadakan, sedangkan masa kontrak belum berakhir maka kedua belah pihak sepakat untuk mencari lokasi pengganti yang tata letaknya bisa diterima oleh kedua belah pihak.

PASAL 5
JAMINAN DAN GANTI RUGI

5.1.PIHAK PERTAMA bertanggung jawab atas segala akibat yang diderita PIHAK KEDUA akibat kelalean yang dilakukan oleh PIHAK PERTAMA sebesar kerugian, klaim,tututan,gugatan yang diterima atau dialami PIHAK KEDUA , baik secara langsung maupun tidak langsung dan dari pihak manapun.

5.2.PIHAK PERTAMA bersedia membayar ganti rugi terhadap PIHAK KEDUA sesuai perhitungan PIHAK KEDUA atas kerugian yang dialami PIHAK KEDUA sebagaimana yang dimaksud pada pasal.

PASAL 6
PEMBONGKARAN REKLAME

6.1.Apabila jangka waktu perjanjian berakhir dan sudah tidak diperpanjang lagi oleh PIHAK KEDUA, maka PIHAK PERTAMA akan menurunkan visual Reklame beserta lampu-lampu yang telah terpasang dibeberapa lokasi dalam jangka waktu 14 ( empat belas ) hari kerja terhitung sejak pihak PIHAK PERTAMA menerima konfirmasi tertulis dari PIHAK KEDUA bahwa lokasi billboard tersebut tidak diperpanjang dan segala biaya yang diakibatkan dari pekerjaan penurunan Visual beserta lampu-lampu tersebut diatas sepenuhnya menjadi beban dan tanggung jawab PIHAK PERTAMA.

6.2.Bila dikemudian hari dari pihak Dipenda mengeluarkan peraturan-peraturan tambahan atau peraturan-peratura baru yang mengakibatkan papan reklame yang sudah terpasang harus dibongkar atau dipindahkan , maka PIHAK PERTAMA akan merundingkan hal tersebut dengan PIHAK KEDUA selambat-lambatnya 1 ( satu ) bulan sebelum pembongkaran dilakukan serta PIHAK PERTAMA akan mencarikan lokasi pengganti yang seimbang dan melakukan pemasangan kembali papan reklame tersebut dengan mendapat persetujuan dari PIHAK KEDUA. Dan jika tidak ada tempat yang diangganp sesuai oleh PIHAK KEDUA maka PIHAK PERTAMA wajib mengembalikan sisa total biaya pekerjaan atau masa peragaan yang belum berjalan dan akan dihitung dengan azas proposional serta disepakati oleh PARA PIHAK.

6.3.Apabila papan reklame sudah harus dibongkar tetapi belum juga ditemukan lokasi yang dianggap seimbang dan disepakati oleh PARA PIHAK dan PARA PIHAK tetapi sepakat akan meneruskan perjanjian kerjasma ini maka jangka waktu yang tercantum pada Berita Acara Serah Terima Pekerjaan sesuai Pasal 2 akan diperhitungkan kembali dan kesepakatan terebut akan dibuat secara tertulis serta ditanda tangani oleh PARA PIHAK dan menjadi kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dengan perjanjian ini.

6.4.Biaya pembongkarang dan pemasangan kembali papan reklame sebagaimana dimaksud dalam ayat 3 diatas akan menjadi beban dan tanggung jawab PIHAK PERTAMA.

PASAL 7
FORCE MAJEURE

7.1.Tidak satupun pihak dalam perjanjian ini yang bertanggung jawab atas kegagalan dalam melaksanakan ketentuan–ketentuan perjanjian ini atau mengakhiri perjanjian ini apabila pelaksanaan kewajiban tertunda , tidak dapat dilaksanakan atau terganggu oleh alasan-alasan force mejeure yang diluar control PARA PIHAK, termasuk tetapi tidak terbatas pada:

a)Gempa bumi, taufan, banjir, tanah longsor, badai asteroid atau bencana alam lainnya, bencana raung angkasa, kontaminasi radio aktif, pemberontakan, penyanderaan, hura-hura, demonstrasi,pencurian, sabotase dan perang.
b)Pemogokan umum, penutupan tempat kerja sehubungan dengan ancaman pemogokan , perselisihan perburuan , penghentian kerja, embargo, atau kesulitan perburuhan.
c)Setiap peraturan hukum atau peraturan pemerintah lainnya termasuk dicabutnya ijin penggunaan lokasi oleh pihak yang berwenang dan kebijaksanaan permerintah yang berakibat langsung terhadap pembangunan dan penggunaak obyek Sewa.

7.2.Apabila salah satu pihak terkana salah satu kejadian tersebut dalam ayat 7.1 diatas maka pihak tersebut harus segera memberitahukan secara tertulis kepada pihak lainnya tentang penyebab dan akibatnya dalam jangka waktu 14 hari kalender.

7.3.PIHAK PERTAMA akan menanggulangi kerusakan yang disebabkan oleh kejadian Force Majeure secepatnya dan segera memberikan sesuatu perkiraan waktu untuk penyelesaiannya kepada PIHAK KEDUA. Untuk biaya perbaikan atas kerusakkan Billboard yang disebabkan oleh kejadian Force Majeure menjadi tanggungan PIHAK KEDUA.

7.4.Jangka waktu yang hilang selama perbaikan akan diperhitungkan kembali berdasarkan kesempatan PARA PIHAK dan diatur secara tertulis serta ditandatangani oleh keduabelah pihak dan merupakan bagian yang dapat dipisahkan dari Perjanjian ini.

7.5.Apabila kejadian-kejadian sebagai mana dimaksud dalam ayat 7.1 diatas berlangsung terus menerus untuk jangka waktu selama 30 hari kalender berturut-turut, maka PARA PIHAK dapat menghentikan sementara Perjanjian ini atas dasar kesepakatan PARA PIHAK selama 30 hari kalender atau melakukan pengakhiran perjanjian. Dan apabila perjanjian akan diakhiri maka PIHAK KEDUA tetap akan menyelesaikan kewajibannya untuk lokasi yang terpasang papan reklame sesuai dengan biaya pekerjaan yang tercantum pada quotation.

7.6.Selama jangka waktu penghentian sementara, PARA PIHAK akan berusaha untuk mengambil semua tindakkan yang diperlukan untuk mencegah atau mengurangi gangguan sehingga papan reklame dapat segera dipasang kembali.

PASAL 8
SANKSI DAN DENDA

8.1.Apabila dalam jangka waktu 60 hari kerja terhitung sejak penandatangan perjanjian ini PIHAK PERTAMA tidak berhasil memasang Billboard dan bukan disebabkan oleh keadaan force majeure, maka PIHAK PERTAMA akan dikenakan denda sebesar 1% ( satu persen ) perhari terhitung dari Billboard yang belum terpasang. Denda keterlambatan ini hanya berlaku untuk 30 ( tiga puluh ) hari.

8.2.Apabila waktu 30 hari sebagaimana tersebut diatas telah lewat dan PIHAK PERTAMA masih juga belum dapat menyelesaikan pekerjaannya,maka PIHAK PERTAMA wajib mengembalikan bIaya pekerjaan yang telah dibayarkan dan PIHAK KEDUA berhak membatalkan perjanjia ini secara sepihak. Biaya pekerjaan yang akan dikembalikan oleh PIHAK PERTAMA akan disesuaikan dengan biaya pekerjaan perlokasi yang dapat terpasang Billboard.

8.3.Apabila keterlambatan pemasangan dikarenakan kelalaian PIHAK KEDUA antara lain kertelambatan persetujuan proof desain maka sanksi dan denda yang tercantum pada ayat 8.1.dan 8.2 tidak berlaku. Proof desain yang telah disetujui oleh PIHAK KEDUA diterima oleh PIHAK PERTAMA paling lambat 30 ( tiga puluh )hari terhitung sejak surat Perjanjian ini ditanda-tangani.

PASAL 9
PENYELESAIAN SENGKETA

9.1.Apabila timbul suatu perselisihan dari perjanjian ini, mengenai kewajiban atau tanggung jawab para pihak atau mengenai apapun PARA PIHAK setuju untuk menyelesaikan perselisihan secara musyawarah mufakat.

9.2.Apabila upaya penyelesaian secara musyawarah mufakat tersebut tidak tercapai atau salah satu pihak tidak bersedia bermusyawarah, maka PARA PIHAK setuju untuk menyelesaikan perselisian dengan memilih domisili hukum di kantor Pengadilan Negari Kota Denpasar.

PASAL 10
LAIN-LAIN

10.1.Perjanjian ini tidak dapat dialihkan oleh PIHAK PERTAMA kepada pihak lain tanpa persetujuan tertulis sebelumnya dari PIHAK KEDUA.

10.2.Hal-hal yang diatur atau belum tercantum dalam perjanjian ini akan diputuskan oleh PARA PIHAK secara musyawarah mufakat dan dituangkan dalam dokumen tersendiri yang ditandatangani oleh PARA PIHAK dan merupakan satu kesatuan yang terpisahkan dari perjanjian ini.

Semarang, 5 Desember 2007
PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA

……………………….. …………………………

(mastercomp.wordpress.com)

Nilai Plus-plus Bangunan Tusuk Sate

Citraindahciputra.com mengabarkan bahwa rumah tusuk sate ada plus minusnya.Sebagian orang tidak mermpermasalahkan tusuk sate.Bagi mereka, yang penting orangnya, bukan tusuk satenya. Rezeki, jodoh, dan mati semua ditentukan oleh Tuhan, bukan oleh tusuk sate. .Lagi pula kalau letak rumah di dalam kluster, tentu berbeda dengan letak rumah di jalan raya antar-kota antar-propinsi, bukan.Di sinilah kedewasan, kebijaksanaan, dan kematangan berpikir Anda diuji.

Nilai ++ Tusuk Sate

Plusnya, cocok dan menguntungkan untuk tempat usaha. Sangat strategis. Kelihatan dari berbagai arah. Memudahkan promosi atau memasang papan nama.banyak diburu investor untuk mall dengan nama JUNCTION, misal Jonggol Junction, dll.

Nilai -

Minusnya, ada mitos atau paham, tusuk sate kurang baik. Dianggap kurang baik, dengan alasan:

* Kendaraan bisa nyelonong masuk rumah.
* Debu mudah masuk ke rumah.
* Sorot lampu masuk ke rumah.

tusuk sate

Solusi

* Pasang kaca, biar sorot lampu mobil memantul, sehingga sopir tidak nyelonong mengendarai mobil.
* Tanam pohon atau tanaman pagar, biar debu terfilter tanaman.
* Ubah arah pintu ke kanan atau ke kiri.
* Percaya kepada Tuhan yang Mahasa Esa, jangan percaya pada letak rumah tusuk sate. Musrik (menyekutukan atau ingkar kepada Allah), adalah dosa besar.
(citraindahciputra.com)

Posisi Bangunan Tusuk Sate Diminati Sebagai Tempat Usaha Yang Strategis

Saat pemilik rumah atau broker property menawarkan lahan/ rumah yang terletak di posisi tusuk sate, pasti yang langsung terlintas dipikiran kita adalah efek negatif mengenai rumah tersebut.

Efek negatif tersebut antara lain posisi tusuk sate rentan terhadap bahaya diterobos oleh kendaraan yang melaju kencang. Selain itu, debu dari kendaraan yang melintas didepan rumah akan mudah masuk kedalam rumah, yang dapat mengakibatkan kualitas kesehatan menurun.

Namun sebenarnya rumah dengan posisi tusuk sate tidaklah selalu buruk, karena rumah dengan posisi tusuk sate dapat dimanfaatkan sebagai tempat usaha. Sebab dengan rumah dengan posisi tersebut apa yang Anda jual dapat terlihat dari segala arah. Selain itu, ada beberapa cara untuk mengatasi efek-efek negatif yang biasa timbul pada rumah posisi tusuk sate, antara lain:

1.Mengubah arah pintu rumah ke kanan atau ke kiri jika pada awalnya pintu menghadap ke jalan.
2.Menggunakan cermin atau kaca pada bagian depan rumah agar pada malam hari, kendaraan yang melewati rumah dapat mengurangi cahaya lampu kendaraan mereka dan membawa kendaraannya lebih pelan karena tahu ada rumah di ujung jalan tersebut dari pantulan cahaya lampu mobil.
3. Memberi tanaman pada halaman rumah yang berfungsi sebagai filter udara, debu, dan mampu merambatkan suara bising dari arah jalan serta sebagai pelindung rumah dari bahaya diterobos kendaraan yang lewat.
(duniarumah.com)

Posisi Bangunan Tusuk Sate Ternyata Punya Kelebihan Khusus Untuk Usaha

Salah satu istilah dalam dunia properti (rumah atau lahan) yang cukup populer adalah mengenai posisi rumah tusuk sate. Posisi tusuk sate adalah posisi properti yang berada pada salah satu pertigaan jalan. Lebih jelasnya diterangkan pada gambar di bawah ini.


tusuk-sate


posisi tusuk sate

Lokasi yang berada pada posisi tusuk sate tersebut dalam berbagai buku properti sering disebut sebagai lokasi yang sulit dijual sebagai rumah hunian. Beberapa alasan yang mendukung dari pernyataan ini antara lain;
Karena berada pada "totokan jalan" posisi ini rawan tertabrak oleh kendaraan yang melaju kencang dari arah bawah (dalam gambar). Selain itu pada malam hari, rumah yang berada pada posisi tusuk sate, akan menjadi silau karena cahaya kendaraan dari arah bawah (dalam gambar) masuk ke dalam rumah.
Jika posisi ini ingin dijadikan tempat tinggal, ada beberap hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi faktor negatif posisi tusuk sate sebagai mana telah disebutkan diatas.
Pertama dengan menanami pohon didepan rumah. Pohon ini berguna sebagai penyaring udara kotor yang berasal dari ketiga ruas jalan. Selain itu, pohon juga bisa menjadi barikade pengaman / bemper rumah jika memang terjadi kendaraan yang menyelonong menuju rumah kita.
Menggantungkan hiasan-hiasan mengkilat di pohon yang kita tanami. Hiasan ini tujuannya untuk memantulkan sinar matahari dan sinar kendaraan yang melaju ke arah rumah kita. Ini bertujuan sebagai pengingat dan menjadikan pengendara yang mengarah ke rumah kita agar lebih waspada. Namun jumlah hiasan mengkilat ini sebaiknya tidak terlalu banyak karena jika terlalu banyak justru mengganggu penglihatan dan konsentrasi pengemudi kendaraan.
Yang ketiga adalah membuat pintu depan rumah kita menyamping, yakni tidak persis totokan jalan. Tujuannya agar jika dalam kondisi terparah yakni terdapat kendaraan yang menyelonong ke arah rumah kita, kita dapat meminimalisir kemungkinan tertabrak.

tusuk-sate


solusi tusuk sate

Meskipun memiliki beberapa kelemahan, posisi tusuk sate ternyata memiliki kelebihan yang cukup besar. Properti yang berada pasa posisi tusuk sate, memiliki fokus yang paling besar dibandingkan properti lain dalam gambar diatas.
Keuntungan ini tentunya dapat dimanfaatkan sebagai media iklan seperti billboard dan tempat usaha yang strategis. Sebagai tempat usaha, lahan parkir yang nyaman dan mudah diakses dari berbagai arah adalah hal yang perlu di perhatikan dalam properti yang berada pada posisi tusuk sate. (bicaraproperti.com)

Kenapa Musti Takut Punya Rumah Tusuk Sate

Rumah tusuk sate, rumah yang posisinya menghadap pada jalan yang tegak lurus dengan rumah. Ada kalanya kita memiliki rumah tusuk sate tanpa bisa dihindari. Bagaimana menyiasati rancangan rumah yang berada pada posisi tusuk sate tersebut, agar rumah tersebut menjadi tempat yang nyaman dan aman bagi seluruh penghuninya.

Banyak orang memiliki kepercayaan tentang rumah yang berada pada posisi tusuk sate kurang memberikan keberuntungan bagi penghuninya. Namun ada juga pendapat yang menganggap bahwa posisi tusuk sate justru memberikan banyak keuntungan bagi pemiliknya. Karena pada posisi tusuk sate tersebut tempat tinggal kita akan mendapat sekuwen pandangan yang lebih lama, tentunya waktu sekuwen tersebut sangat tergantung dari panjang jalan yanbg berada didepan site.

Karena posisinya yang cukup potensial, maka sebagian orang kurang PD (percaya diri) dengan keberadaan rumah rusuk sate ini. Sementara mereka yang mencoba berpikir positif terhadap kepemilikan rumah tusuk sate, berpikiran lain. Yakni dengan memperhatikan pola-pola kerajaan diseluruh manca negara, termasuk di dalam negeri kita sendiri.

Simak saja letak singgasana raja yang selalu berada pada posisi didepan jalur jalan. Bahkan posisi singgasana tersebut ditinggikan dengan tangga. Kenyataan tersebut menunjukan bahwa Raja tersebut memiliki peran utama.

Demikian juga dengan site posisi tusuk sate. Letak site demikian memiliki peran yang cukup baik dalam lingkungan perumahan. Vocal point (pusat perhatian) dan titik acuan akan melekat pada bangunan yang berada pada site tersebut. Sehingga menjadi bahan pembicaraan banyak orang.

Sebagai ilustrasi pada seseorang yang akan mencari alamat, atau akan menunjukan alamat posisi rumah tertentu akan dijadikan acuan menuju tempat yang akan dituju. Vocal point tersebut biasanya selain posisi, fungsi bangunan juga selalu dijadikan acuan, atau skala bangunan, dalam hal ini bangunan yang yang lenih besar didaerah tersebut, lebih tinggi, atau warna-warna bangunan yang menarik perhatian mata.

Buat anda memiliki tanah pada posisi tusuk sate, tidak perlu terlalu kecewa. Secara alamiah, lahan anda tetap memiliki potensi baik. Tinggal bagaimana anda menyiasatinya, agar citra yang ditimbulkan oleh bangunan anda menimbulkan penilaian positif dari orang luar terhadap pemiliknya. Berbagai siasat dan trik dapat diterapkan saat membuat rancangan rumah tersebut.

Rancangan rumah sangat tergantung dengan kepribadian penghuninya, walaupun penghuninya mungkin lebih dari satu, atau bahkan karakter rumah tersebut juga dapat membentuk kepribadiaan penghuninya, terutama pada anak-anak, seorang anak yang dibesarkan dalam suatu tempat tinggal yang sehat maka akan menjadikan anak tersebut berkembang dan tumbuh menjadi anak yang sehat pula. Pengertian kesehatan tersebut tentunya tidak semata sehat fisik rumah saja akan tetapi sehat rohani penghuninya.

Demi menghindari tekanan dan ketidak nyamanan bagi penghuninya, hal terpenting dalam menyiasati rancangan ruang rumah tinggal tusuk sate adalah hindari penempatan jendela yang menghadap langsung ke poros jalan tusuk sate. Terutama ruang-ruang dalam .dengan intensitas aktifitas keluarga yang tinggi Seperti misalnya pada ruang tidur, ruang keluarga, termasuk ruang tamu.


100_2285



Biarkan orang luar hanya dapat mengamati bagian luar bangunan kita saja, demikian juga dengan bagian dalam biarkan seluruh penghuni tidak memperhatikan aktivitas didepannya, karena intensitas aktivitas menghadap poros jalan akan tampak tinggi.

Rumah tusuk sate harus memiliki ruang orientasi ke arah dalam, mutlak dibutuhkan taman-taman bagian dalam baik dibelakang bangunan maupun dibagian tengah bangunan.

Pencahayaan alami siang hari untuk bagian muka yang menghadap poros jalan sebaiknya diletakkan pada posisi menyamping dan buka seluas mungkin pandangan pada bagian dalam. Bila perlu tata sebaik mungkin taman dalam anda.

Rumah tusuk sate yang memesona, dapat menjadi sarana beramal .Karena bangunan anda dapat menjadi petunjuk bagi orang lain. Karenanya, jangan sampai keliru menyiasati rumah tusuk sate tersebut, bila perlu konsultasikan pada ahlinya.
oleh : Arief Sabaruddin

(Sumber : ariefsabaruddin.wordpress.com)

Tempat Usahan Di Posisi Tusuk Sate Di Incar Para Produsen Besar

Posisi bangunan tusuk sate jika kita tahu strategi pemanfaatanya tentu bisa membawa berkah. Ada satu potongan uraian menarik dari tabloidrumah.com yang bisa mematahkan kepercayaan bahwa posisi tusuk sate membawa kerugian.

Jika bangunannya berupa rumah tinggal maka disarankan membuat formasi khusus, antara lain:
  • Membuat kolam beserta air mancur di depan rumah.
  • Memberi pohon atau dinding batu penghalang di area tusuk sate.
  • Membuka pintu rumah ke arah samping.
  • Memasang kaca reflektor pada sudut tertentu.

Berdasarkan pengamatan terhadap beberapa tempat usaha di posisi tusuk sate dengan unsur penghuni yang kuat, ternyata usaha di tempat tersebut membawa kemajuan karir yang pesat. Ini karena banyak faktor yang menguntungkan, antara lain, tempat usaha menjadi sangat strategis dan mudah dikenal masyarakat luas.

Selain itu, tempat tersebut juga menjadi incaran beberapa produsen besar untuk disewa dan dijadikan ajang untuk memasang papan iklan.

Semoga bermanfaat.


Untung Besar Bangunan Tusuk Sate

Siapa pun pasti ingin memiliki rumah sendiri. Ada banyak pertimbangan ketika orang hendak memilih rumah. Salah satunya adalah lokasi. Tentu pilihannya jatuh pada rumah dengan lokasi strategis agar memudahkan beraktivitas. Dalam jangka panjang rumah ini akan mendatangkan peluang investasi yang bagus. Bagaimana dengan rumah yang posisinya tusuk sate?

Kebanyakan orang akan menggeleng jika ditawari rumah tersebut. Mayoritas masyarakat menyakini rumah tusuk sate kurang bagus peruntungannya. Para penganut feng shui juga menyakini rumah tusuk sate kurang mendatangkan keberuntungan bagi pemiliknya.

Bisa dipahami, posisi tusuk sate memang bisa mendatangkan efek negatif. Misalnya, rumah akan berisiko ditabrak oleh kendaraan yang melaju kencang. Dari sisi kesehatan, penghuni juga akan ikut terpengaruh sebab angin dan debu dari kendaraan yang lewat di depan rumah akan mudah masuk. Di malam hari sorot lampu dari mobil atau motor, yang hendak menuju samping kiri atau kanan rumah posisi tusuk sate tersebut, akan menganggu penghuni rumah. Lama-lama sorotan ini membuat tidak nyaman penghuni rumah.

Begitulah, rumah tusuk sate menjadi kurang diminati. Jika letaknya di kompleks perumahan, rumah ini akan menjadi pilihan terakhir yang dilirik oleh konsumen. Harganya biasanya akan lebih murah jika dibandingkan rumah lainnya. Belum lagi terpaan angin akan lebih banyak ketimbang rumah bukan tusuk sate.

Sebenarnya rumah tusuk sate tetap bisa menguntungkan kalau kita bisa menyiasatinya. Jika dipakai untuk usaha, misalnya, posisinya malah mudah dilihat dan ditemukan.

Jika terlanjur membeli rumah tusuk sate, ada beberapa hal yang bisa dipertimbangkan agar nyaman ditinggali:

1. Ubahlah arah pintu rumah. Jika pada awalnya pintu menghadap ke jalan, pindahkan ke posisi sebelah kiri atau kanan. Dengan demikian debu atau angin yang masuk ke rumah tidak sebanyak bila pintu menghadap jalan tusuk sate.

2. Tanamlah tumbuhan yang berfungsi sebagai penyaring udara dan sebagai pelindung rumah dari bahaya diterobos kendaraan. Misalnya, tanaman bambu kecil. Tanaman ini akan bergerak elastis jika ada angin kencang yang datang dari depan rumah sehingga angin yang masuk ke rumah tidak akan terlalu kencang.

3. Pasanglah cermin di depan rumah. Cermin ini berfungsi sebagai peringatan bagi kendaraan yang lewat di depan rumah agar mengurangi sorot lampunya.

4. Untuk menjaga kesehatan penghuni, sebaiknya tidak memakai ruang depan sebagai ruang tidur. Sebab akan banyak angin dan debu yang masuk sehingga mengganggu kesehatan. Rumah tusuk sate tidak selamanya merugikan pemiliknya. Jika ditata dengan baik, rumah seperti ini tetap nyaman untuk ditinggali. (id.shvoong.com/social-sciences/1671638-menempati-rumah-tusuk-sate/)

Saya melihat justru bangunan tusuk sate sangat diminati oleh perusahaan Bilboard dan lokasi ini sangat corok untuk usaha. Anda bisa secara teliti mengamati penjelasan-pejelasan dari para ahli bangunan ternyata bukan lokasinya yang menjadikan banguna itu kurang baik melainkan pemiliknya yag tidak tahu harus di apakan banguna miliknya supaya ia dapat keuntungan. Diantaranya adalah untuk space iklan dan tempat usaha.

Rumah Tusuk Sate dalam Pandangan Islam

Assalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Pak Ustadz, apakah ada penjelasannya dalam ilmu Islam jika membeli rumah yang letaknya di lokasi tusuk sate itu tidak baik, sering sial dan akan mendatangkan banyak bencana, karena di masyarakat kita umumnya kurang berminat dengan lokasi rumah yang ada diposisi tusuk sate, sehingga harga jualnya pun nanti jadi murah. Terus terang saya sih tidak percaya dengan ramalan-ramalan hong sui yang sudah ada di masyarat, tapi agak sulit menjelaskannya kepada keluarga. Jadi mohon penjelasannya, pak ustaz. Terima kasih.

Mamat Karyadi

Jawaban

Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh

Penjelasan yang Anda minta dari Islam tentang kepercayaan tusuk sate memang ada. Yaitu bahwa kepercayaan rumah tusuk sate membawa bencana adalah salah satu bentuk keyakinan yang mungkar dan membawa kepada syirik.

Sebagai muslim yang bertuhan kepada Allah, kita wajib percaya bahwa tidak ada yang bisa mencelakakan kita kecuali atas izin Allah SWT.

Kepercayaan bohong itu dikembangkan oleh para syetan yang kerja menipu manusia dan membisikkan kepercayaan jahat di dalam hati manusia. Hanya saja seringkali dikemas dengan nama dan istilah yang berbeda-beda.

Terkadang kepercayaan syirik itu dianggap sebagai nasehat orang tua, sehingga seolah kalau tidak dipercayai akan menimbulkan bencana tertentu. Terkadang kepercayaan ini dinamakan dengan Feng Shui, sebuah kepercayaan bangsa Cina konu yang memang penuh dengan tahayyul sesat. Terkadang kepercayaan ini muncul sebagai primbon orang jawa atau sunda, sebagai upaya agar orang-orang tidak berani menentangnya. Dan masih banyak lagi trik licik syetan dalam rangka menyesatkan manusia.

Bahkan lucunya, sampai ada program TV yang secara khusus menampilkan dialog tentang masalah kepercayaan tahayyul ini. Lucunya, penggemarnya pun cukup banyak. Terbukti dengan begitu banyaknya orang yang menelepon serta berkonsultasi secara live show.

Bahkan kepercayaan syirik ini pun dibukukan dan laris manis bak kacang goreng. Dibaca dan dibahas di mana-mana. Sampai-sampai orang yang tadinya tidak percaya, lama-lama ikut-ikutan membicarakannya. Sampai akhirnya jadi kepercayaan betulan.

Kalau Anda merasakan agak kesulitan menjelaskan kebohongan semua ini kepada keluarga, ketahuilah bahwa ternyata keluarga Anda adalah salah satu korban tipu daya syetan, baik yang berbentuk manusia maupun yang berbentuk jin. Memang harus kita akui bahwa gelombang penyesatan umat Islam ini berlangsung sangat dahsyat. Sudah terjadi sejak ratusan tahun yang lalu dengan melibatkan sekian banyak pihak. Termasuk di dalamnya para pemilik modal, pemilik raksasa media, para selebriti, para pejabat bahkan juga para intelektual sekalipun. Semuanya dengan disadari atau tidak, telah menjadi mesin perusak aqidah umat yang teramat tangguh.

Solusi yang paling kongkrit adalah bahwa seluruh elemen umat Islam ini harus saling bersinergi satu sama lain. Sudah bukan waktunya buat kita untuk kerja sendiri-sendiri. Bukan musimnya lagi kita hanya sama-sama kerja. Sekarang ini yang dibutuhkan adalah kerja sama, sinergi, saling mengisi kekurangan, saling bantu, saling dukung dan tentunya saling mengembangkan potensi masing-masing.

Janganlah semua kita hanya mengurusi satu urusan yang itu-itu juga, bahkan sampai kita sendiri saling berantem dengan sesama. Entah karena rebutan atau karena saingan tidak sehat. Padahal, di bidang lain masing banyak urusan yang terbengkalai. Tidak ada satu pun umat Islam yang berjuang di lini tersebut.

Semoga Allah SWT meringankan beban kita dan memberikan hidayah-Nya kepada umat Islam. Dan semoga semua bentuk kepercayaan aneh yang bertentangan dengan tauhid itu, dihilangkan dari tanah air kita. Amien.

Wallahu a’lam bishshawab wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ahmad Sarwat, Lc.

(Sumber : blog.re.or.id/rumah-tusuk-sate.htm)

Menyiasati Rumah Tusuk Sate

Rumah tusuk sate yang kebanyakan orang dianggap lokasi kurang baik ternyata justru bisa sebaliknya, membawa keberuntungan besar. Bagaimana caranya agar lokasi rumah di posisi tusuk sate membawa keberuntungan besar? Simak uraian berikut ini.

APA ITU RUMAH TUSUK SATE?

Rumah tusuk sate adalah rumah yang terletak di pertigaan jalan dengan salah satu sisi jalannya berhadapan langsung dengan rumah tersebut. Ada juga yang menggambarkan lokasi rumah tusuk sate seperti huruf T.

Umumnya rumah ini tidak terlalu diminati oleh sebagian konsumen karena banyaknya anggapan negatif tentang rumah tusuk sate ini. Tetapi ada juga sebagian konsumen yang tidak terlalu terpengaruh dengan anggapan tersebut. Walaupun demikian untuk tetap menarik minat konsumen, rumah tusuk sate biasanya dijual oleh pengembang dengan harga yang khusus.

Di sini kita akan membahas anggapan-anggapan negatif yang berkembang di tengah masyarakat dan bagaimana pula menyiasati rumah tusuk sate.

ANGGAPAN ORANG TERHADAP RUMAH DI TUSUK SATE

  • ‘ Kata orang Feng Shui rumah tusuk sate kurang bagus,' . Itu anggapan yang sering dilontarkan oleh konsumen ketika ditawari rumah di area tusuk sate. Terlepas mereka mengerti tentang Feng Shui ataupun tidak. Anggapan ini masih menjadi alasan utama mengapa konsumen enggan membeli rumah di area ini. Sepertinya anggapan ini sudah menyatu dengan rumah tusuk sate. Dari anggapan itu, rumah tusuk sate identik dengan rumah yang kurang bagus, rumah yang tidak membawa hoki bagi penghuninya dan banyak lagi kekhawatiran lainnya yang membuat konsumen berpikir ulang untuk membeli rumah di kavling ini. Kali ini kita tidak membahas rumah di tusuk sate dari segi Feng Shui, tetapi dari segi teknis. Secara pribadi, saya yakin kalau Feng Shui juga mempunyai unsur positif yang bisa diterapkan untuk menyeimbangi unsur negatif yang timbul dari efek rumah tusuk sate, sehingga rumah tersebut tetap nyaman untuk ditempati.
  • Ada anggapan kalau rumah tusuk sate itu kurang sehat bagi penghuninya . Ini mungkin ada benarnya juga karena rumah ini terletak berhadapan langsung dengan jalan dan terpaan angin dari jalan ini biasanya sangat kencang serta seringkali membawa debu dari kendaraan yang melintas di depan rumah. Seandainya rumah ini berada di area yang ramai dilalui kendaraan tentu saja akan semakin banyak debu yang masuk ke dalam rumah yang ujung-ujungnya berakibat kurang baik bagi kesehatan.
  • Karena berada di pertigaan jalan maka kebisingan di area tusuk sate biasanya lebih tinggi dibandingkan dengan rumah yang hanya dilalui oleh satu jalur kendaraan. Bisa dibayangkan kalau rumah ini berada di area permukiman yang padat lalu lintas dan kebetulan lampu merahnya tidak berfungsi dengan baik. Suara klason mobil yang bersahut-sahutan seolah menjadi back sound bagi lingkungan ini. Bagi mereka yang tidak terbiasa dengan keadaan ini, tentu saja tinggal di area tusuk sate cukup mengganggu.
  • Ada seorang teman yang bilang kalau tinggal di rumah tusuk sate itu rawan ditabrak kendaraan . Bayangkan saja kalau ada pengemudi kendaraan dengan kecepatan tinggi dan kurang berhati-hati, ada kemungkinan dia dapat menabrak rumah tersebut, terutama pada malam hari di mana penerangan lingkungannya masih sangat minim.
  • ‘Susah jualnya lagi', begitu anggapan lainnya tentang rumah tusuk sate. Bagi konsumen yang membeli rumah karena alasan investasi yang kemudian hari akan dijual atau disewakan lagi, rumah di area tusuk sate kurang diminati karena beranggapan susah untuk dijual.

MENYIASATI RUMAH TUSUK SATE

Secara pribadi, tinggal di rumah tusuk sate bukanlah sesuatu yang menakutkan seperti anggapan orang selama ini. Bahkan ada orang yang menyenangi area tusuk sate terutama untuk tempat usaha karena areanya terlihat dari segala arah.

Pada prinsipnya mendesain rumah di area tusuk sate hampir sama dengan rumah lainnya. Yang perlu mendapat perhatian adalah bagian depan bangunan karena berhubungan langsung dengan 2 ruas jalan.

Beberapa trik yang dapat dilakukan untuk menciptakan ruangan yang nyaman di rumah tusuk sate:

Anggapan : rumah tidak sehat

Karena aliran angin yang datang dan membawa debu dari jalan yang berseberangan melalui bukaan depan (dapat berupa pintu utama & jendela) terlalu kencang, maka sebaiknya bukaan tersebut dikurangi atau dialihkan. Contohnya pintu utama dihadapkan ke samping. Selain itu, ada baiknya juga kita tidak menempatkan dapur dan ruang makan di bagian depan rumah, untuk menghindari jangan sampai makanan kita penuh dengan debu. Makanan yang berdebu berakibat buruk terhadap kesehatan.

Anggapan : rumah tusuk sate itu ‘berisik'.

Untuk mengurangi kebisingan, kita dapat menempatkan barrier di depan rumah yang fungsinya mengurangi kebisingan. Barrier ini dapat berupa dinding pagar yang cukup tinggi dan juga pepohonan yang rindang. Selain itu dapat juga menempatkan ruang-ruang yang membutuhkan ketenangan seperti kamar tidur dan ruang kerja di bagian belakang rumah - tidak berhubungan langsung dengan jalan. Sementara itu ruang-ruang yang tidak membutuhkan ketenangan seperti ruang keluarga dan ruang tamu diletakan di bagian depan. Peninggian level lantai rumah dibandingkan jalan juga merupakan salah satu alternatif untuk mengurangi kebisingan lalu lintas.

Anggapan : rumah tusuk sate rawan kena tabrakan.

Untuk menghindari rumah ditabrak oleh kendaraan terutama pada malam hari, kita perlu menempatkan penerangan yang cukup di depan rumah, seperti lampu taman. Lampu jalan memegang peranan penting bagi penerangan lingkungan. Untuk berjaga-jaga saja bagi yang ingin membangun rumah di area tusuk sate sebaiknya dinding terluar rumah agak jauh dari jalan. Kalaupun terjadi tabrakan, rumah kita masih tetap aman.

Seandainya kita sudah membeli rumah di area tusuk sate dan tidak mempunyai kesempatan untuk memindahkan bukaan utama ke samping ataupun memindahkan kamar tidur ke arah belakang, karena mungkin akan memakan biaya renovasi yang cukup besar, langkah yang dapat kita lakukan adalah dengan penanaman pohon pelindung seperti pohon bambu dengan jarak pohon yang rapat. Pohon bambu ini selain mengurangi terpaan angin yang masuk juga dapat berfungsi untuk memfilter debu yang masuk ke dalam rumah.

Akhir kata, tidak ada lokasi yang tidak bagus, tergantung bagaimana kita memandang dan menyiasatinya.

(Sumber : frwijaya.com)

Bangunan Tusuk Sate Sangat Baik Untuk Tempat Usaha

Banyak orang menghindari rumah tusuk sate karena dianggap kurang baik. Tapi ternyata tak selalu rumah tusuk sate itu merugikan. Kalau tahu siasatnya rumah tusuk sate juga bisa menjadi sumber kebaikan.

Rumah tusuk sate acapkali dihindari oleh masyarakat umum karena dianggap membawa dampak buruk bagi penghuninya. Terlebih lagi bila letak rumah tusuk sate tersebut berada di jalan raya. Makanya, terkadang harga jual rumah ini pun lebih murah dibanding rumah lainnya.

Secara logika pada posisi tusuk sate, angin dapat masuk begitu saja ke dalam rumah dan membawa debu jalanan yang berbahaya bagi kesehatan. Karenanya, terkadang si penghuni rumah jadi sakit-sakitan. Apabila rumah tusuk sate tersebut berada di daerah jalan raya terkadang ada pengemudi kendaraan bermotor kurang berhati-hati, sehingga kendaraan nyelonong masuk rumah tersebut.

Posisi tusuk sate sangat beragam, sebagai contoh posisi tusuk sate yang berada di belakang rumah, ibarat ditikam dari belakang. Oleh karena itu ketika membeli rumah jangan hanya melihat dari bagian depan rumah saja yang berada di posisi tusuk sate, namun perhatikan juga bagian belakangnya.
Bagaimana jika rumah yang Anda miliki berada pada posisi tusuk sate?
“Posisi tusuk sate adalah posisi sha qi yang berarti hawa pembunuh. Karena itu bagian eksterior dan interior rumah harus terlindungi,” ungkap Mas Dian sebagai pemerhati Feng Shui. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menyiasati rumah tusuk sate.

Pertama, menanami pohon besar di area depan rumah. Tanaman dapat berfungsi sebagai penyaring udara dan sebagai pelindung rumah dari tertabrak kendaraan. Selain itu bisa juga dipasangi cermin. Hal ini berguna pada rumah tusuk sate yang berada di daerah jalan raya yang sering dilalui oleh kendaraaan. Cermin berguna bagi pengguna jalan untuk mengetahui situasi di jalan tersebut.

Kedua, di bagian eksterior, pagar depan rumah sebaiknya dibangun tembok. Hal ini berguna untuk mengurangi debu-debu jalan yang terbawa ketika angin berhembus. Ketiga, mengubah posisi beberapa pintu. Posisi pintu depan rumah sebaiknya diubah ke sebelah kiri atau kanan. Hal ini berguna untuk mengurangi debu atau angin yang menerobos masuk rumah Anda.

Posisi pintu dapur yang terhubung dengan garasi juga harus diubah. Hal ini karena dapur adalah faktor kebahagiaan rumah tangga dan keuangan. Oleh karena itu dapur tidak boleh langsung terbuka menghadap ke jalan. Sebaiknya posisi pintu dapur diubah agar tidak langsung menghadap ke jalan. Untuk menjaga kesehatan si pemilik rumah, posisi pintu kamar pun harus diperhatikan. Karena pintu kamar yang menghadap ke jalan sangat berbahaya bagi kesehatan si pemilik rumah.

Meski kurang baik sebagai tempat tinggal, posisi tusuk sate sebenarnya sangat menguntungkan. Sebab posisi tusuk sate yang tepat di depan jalan akan mudah terlihat dari segala arah, sehingga sangat strategis untuk digunakan sebagai tempat usaha.

Hal yang terpenting bagi Anda, penghuni rumah tusuk sate adalah menciptakan kenyamanan dan keharmonisan pada ruang gerak Anda, baik di dalam rumah maupun di halaman rumah. Jika kondisi seperti ini tercipta, hawa jahat pun enggan singgah di rumah, sehingga Anda pun bisa hidup dengan bahagia.
(Sumber :sementigaroda.blogspot.com)