Sunday, October 31, 2010
Mahasiswa Beromzet 17 Milyar dari Bisnis Properti
Setidaknya ini bukanlah mimpi tapi kenyataan. Pasalnya sudah banyak cerita menggambarkan pengusaha muda sukses yang mengawali usahanya dari awal dan salah satunya Elang Gumilang (23) CEO PT Dwikarsa Semestaguna, pengusaha muda yang sukses di bidang properti.
Kisah sukses pemuda seperti Elang di Indonesia masih langka dan mungkin hanya seribu satu, karena walaupun masih berstatus mahasiswa dirinya sudah memimpin sebuah perusahaan dengan omset milyaran.
Di saat mahasiswa lainnya disibukkan dengan pergulatan kuliah untuk menggapai masa depan yang lebih baik, Elang sudah mendapatkannya. Pemuda kelahiran Bogor 23 tahun lalu sudah mempunyai masa depan yang baik dengan sukses membuka lapangan kerja dan memperkerjakan ratusan orang berkat kegigihannya untuk berwirausaha yang sudah terasah sejak di bangku SMA.
Menurut Elang, kesuksesan yang diraihnya saat ini bukanlah datang begitu saja. Tapi usaha dengan kerja keras, karena sesuatu tidak didapatkan dengan gratis. Pesan tersebut lah yang selalu diajarkan kedua orang tuanya.
Semangat bisnisnya sudah terlihat sejak kecil dan bahkan naluri beriwarusahanya sangat tajam dalam melihat peluang usaha. Tak ayal dirinya sempat merasai bergai macam pekerjaan, mulai dari berdagang donat, menjadi tukang minyak goreng, jualan bolham hingga terakhir menjadi developer properti untuk pembangunan rumah sangat sederhana. Dikatakannya, bisnisnya di bidang properti diawali sebagai marketing perumahan.
“Saya di marketing tidak mendapat gaji bulanan, hanya saja mendapatkan komisi setiap mendapat konsumen,” ujarnya, dalam acara Radio Trijaya, bertajuk Talk to CEO, di Jakarta.
Berkat pengalaman sebagai marketing perumahan yang dinilai cukup, telah membuatnya mempunyai pengetahuan di dunia properti.
Sejak saat itu, diapun memberanikan diri ikut tender dalam properti. Kesuksesan yang didapatkannya waktu itu menang dalam tender pembangunan sekolah dasar di Jakarta Barat senilai Rp162 juta.
Kemudian, ambisinya yang ingin terus maju membawanya membangun rumah sangat sederhanya bagi rakyat kecil. Pasalnya saat ini bisnis properti kebanyakan ditujukan hanya untuk kalangan berduit saja.
Sedangkan perumahan yang sederhana dan murah yang terjangkau untuk orang miskin masih jarang sekali pengembang yang peduli. “Banyak orang di Indonesia terutama yang tinggal di kota belum punya rumah, padahal mereka sudah berumur 60 tahun, biasanya kendala mereka karena DP yang kemahalan, cicilan kemahalan, jadi sampai sekarang mereka belum berani untuk memiliki rumah,” jelasnya, dalam acara Radio Trijaya, bertajuk Talk to CEO, di Jakarta.
Dengan modal patungan Rp340 juta, pada tahun 2007 Elang mulai membangun rumah sehat sederhana (RSS) yang difokuskan untuk si miskin berpenghasilan rendah. Dari penjualan rumah yang sedikit demi sedikit itu. Modalnya Elang putar kembali untuk membebaskan lahan di sekitarnya. Rumah bercat kuning pun satu demi satu mulai berdiri.
Elang membangun rumah dengan berbagai tipe, mulai tipe 22/60 dan juga tipe 36/72. Rumah-rumah yang berdiri di atas lahan 60 meter persegi tersebut ditawarkan hanya seharga Rp25 juta dan Rp37 juta per unitnya.
“Jadi, hanya dengan DP Rp1,25 juta dan cicilan Rp90 ribu per bulan selama 15 tahun, mereka sudah bisa memiliki rumah,” ungkapnya.
Berbisnis tidak selamanya berjalan lurus dan pasti ada gelombangnya, terlebih sektor properti. Kekurangan modal dan memaksanya memeras otak mencari jalan keluar. Namun hal tersebut disiasatinya dengan mencari penyandang dana dengan sistem bagi hasil. “Kebetulan latar pendidikan saya dari ekonomi, sedikit-sedikit tahu jurusnya,” katanya.
Meskipun demikian, dia tetap mempertahankan komposisi kepemilikan sebesar 40 persen.
Naiknya harga bahan baku membuatnya perlu melakukan penyesuaian-penyesuaian dan termasuk dengan kondisi krisis ekonomi global saat ini. Bila dahulu Elang melepas satu unit rumah sederhana seharga Rp23 juta per unit, sekarang rencana anggaran biaya (RAB) mencapai Rp33 juta per unit. Dengan jumlah itu baru bisa menutupi biaya produksi sekaligus memberi keuntungan.
Krisis ekonomi global saat ini disikapinya dengan optimisme.
Pasalnya di industri properti Indonesia tidak terlalu bergantung pada asing, sehingga masih ada keyakinan pasar terus terbuka. “Industri properti Indonesia masih didominasi oleh pasar lokal. Orang asing belum boleh memiliki properti di Indonesia,” tandasnya.
Sebelumnya, rasa optimistis industri properti juga disampaikan Presdir PT Bakrieland Development Tbk Hiramsyah S Thaib. Hiramsyah melihat krisis ini sebagai momentum bagi industri properti untuk menata diri agar lebih berkembang dan kompetitif.
Krisis, akan menciptakan titik keseimbangan baru bagi pengembang. “Lihatlah, pengembang dengan fundamental kuat dan strategi yang tepat akan bertahan, dan bahkan makin eksis, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga global,” paparnya.
Namun, dia tidak menampik akan adanya sejumlah proyek yang tertunda akibat kesulitan likuiditas.
Pertama kali saya membaca profilnya di majalah Pengusaha yang berjudul “Kepak Elang Memburu Intan”. Yang membuat saya kagum, statusnya yang masih mahasiswa berusia 22 tahun, dan sudah memiliki perusahaan beromzet miliaran rupiah.
Alhamdulillah, dalam satu seminar entrepreneurship, saya bisa bertemu langsung dengan dia. Sosoknya yang ramah dan rendah hati, serta gaya berbicara menunjukkan prinsip hidup yang dipegangnya.
Elang Gumilang – Mahasiswa Bangun Perumahan untuk Orang Miskin Demi Keseimbangan Hidup
Selama ini banyak developer yang membangun perumahan namun hanya bisa dijangkau oleh kalangan menengah ke atas saja. Jarang sekali developer yang membangun perumahan yang memang dikhususkan bagi orang-orang kecil. Elang Gumilang (22), seorang mahasiswa yang memiliki jiwa wirausaha tinggi ternyata memiliki kepedulian tinggi terhadap kaum kecil yang tidak memiliki rumah. Meski bermodal pas-pasan, ia berani membangun perumahan khusus untuk orang miskin. Apa yang mendasarinya?
Jumat sore (28/12), suasana Institut Pertanian bogor (IPB), terlihat lengang. Tidak ada geliat aktivitas proses belajar mengajar. Maklum hari itu, hari tenang mahasiswa untuk ujian akhir semester (UAS). Saat Realita melangkahkah kaki ke gedung Rektorat, terlihat sosok pemuda berperawakan kecil dari kejauhan langsung menyambut kedatangan Realita. Dialah Elang Gumilang (22), seorang wirausaha muda yang peduli dengan kaum miskin. Sambil duduk di samping gedung Rektorat, pemuda yang kerap disapa Elang ini, langsung mengajak Realita ke perumahannya yang tak jauh dari kampus IPB. Untuk sampai ke perumahan tersebut hanya membutuhkan waktu 15 menit dengan menggunakan kendaraan roda empat. Kami berhenti saat melewati deretan rumah bercat kuning tipe 22/60. Rupanya bangunan yang berdiri di atas lahan 60 meter persegi itu adalah perumahan yang didirikannya yang diperuntukan khusus bagi orang-orang miskin. Setelah puas mengitari perumahan, Elang mengajak Realita untuk melanjutkan obrolan di kantornya.
Elang sendiri merupakan anak pertama dari tiga bersaudara pasangan H. Enceh (55) dan Hj. Prianti (45). Elang terlahir dari keluarga yang lumayan berada, yaitu ayahnya berprofesi sebagai kontraktor, sedangkan ibunya hanya ibu rumah tangga biasa. Sejak kecil orang tuanya sudah mengajarkan bahwa segala sesuatu diperoleh tidak dengan gratis. Orang tuanya juga meyakinkan bahwa rezeki itu bukan berasal dari mereka tapi dari Allah SWT..
Ketika duduk di bangku Sekolah Dasar Pengadilan 4, Bogor, Elang sudah mengikuti berbagai perlombaan dan bahkan ia pernah mengalahkan anak SMP saat lomba cerdas cermat. Karena kepintarannya itu, Elang pun menjadi anak kesayangan guru-gurunya.
Begitu pula ketika masuk SMP I Bogor, SMP terfavorit di kabupaten Bogor, Elang selalu mendapatkan rangking. Pria kelahiran Bogor, 6 April 1985 ini mengaku kesuksesan yang ia raih saat ini bukanlah sesuatu yang instan. “Butuh proses dan kesabaran untuk mendapatkan semua ini, tidak ada sesuatu yang bisa dicapai secara instan,” tegasnya. Jiwa wirausaha Elang sendiri mulai terasah saat ia duduk di bangku kelas 3 SMA I Bogor, Jawa Barat. Dalam hati, Elang bertekad setelah lulus SMA nanti ia harus bisa membiayai kuliahnya sendiri tanpa menggantungkan biaya kuliah dari orang tuanya. Ia pun mempunyai target setelah lulus SMA harus mendapatkan uang Rp 10 juta untuk modal kuliahnya kelak.
Berjualan Donat. Akhirnya, tanpa sepengetahuan orang tuanya, Elang mulai berbisnis kecil-kecilan dengan cara berjualan donat keliling. Setiap hari ia mengambil 10 boks donat masing-masing berisi 12 buah dari pabrik donat untuk kemudian dijajakan ke Sekolah Dasar di Bogor. Ternyata lumayan juga. Dari hasil jualannya ini, setiap hari Elang bisa meraup keuntungan Rp 50 ribu. Setelah berjalan beberapa bulan, rupanya kegiatan sembunyi-sembunyiny a ini tercium juga oleh orang tuanya. “Karena sudah dekat UAN (Ujian Akhir Nasional), orang tua menyuruh saya untuk berhenti berjualan donat. Mereka khawatir kalau kegiatan saya ini mengganggu ujian akhir,” jelas pria pemenang lomba bahasa sunda tahun 2000 se-kabupaten Bogor ini.
Dilarang berjualan donat, Elang justru tertantang untuk mencari uang dengan cara lain yang tidak mengganggu sekolahnya. Pada tahun 2003 ketika Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB mengadakan lomba Java Economic Competion se-Jawa, Elang mengikutinya dan berhasil menjuarainya. Begitu pula saat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) menyelenggarakan kompetisi Ekonomi, Elang juga berhasil menjadi juara ke-tiga. Hadiah uang yang diperoleh dari setiap perlombaan, ia kumpulkan untuk kemudian digunakan sebagai modal kuliah.
Setelah lulus SMU, Elang melanjutkan kuliah di Fakultas Ekonomi IPB (Institut Pertanian Bogor). Elang sendiri masuk IPB tanpa melalui tes SPMB (Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru, red) sebagaimana calon mahasiswa yang akan masuk ke Perguruan Tinggi Negeri. Ini dikarenakan Elang pernah menjuarai kompetisi ekonomi yang diadakan oleh IPB sehingga bisa masuk tanpa tes. Saat awal-awal masuk kuliah, Elang mendapat musibah yang menyebabkan uang Rp 10 jutanya tinggal Rp 1 juta. Namun Elang enggan memberitahu apa musibah yang dialaminya tersebut.
Padahal uang itu rencananya akan digunakan sebagai modal usaha. Meski hanya bermodal Rp 1 juta, Elang tidak patah semangat untuk memulai usaha. Uang Rp 1 juta itu ia belanjakan sepatu lalu ia jual di Asrama Mahasiswa IPB. Lewat usaha ini, dalam satu bulan Elang bisa mengantongi uang Rp 3 jutaan. Tapi setelah berjalan beberapa tahun, orang yang menyuplai sepatunya entah kenapa mulai menguranginya dengan cara menurunkan kualitas sepatunya. Satu per satu pelanggannya pun tidak mau lagi membeli sepatu Elang. Sejak itu, Elang memutuskan untuk tidak lagi berjualan sepatu.
Setelah tidak lagi berbisnis sepatu, Elang kebingungan mencari bisnis apalagi. Pada awalnya, dengan sisa modal uang bisnis sepatu, rencanaya ia akan gunakan untuk bisnis ayam potong. Tapi, ketika akan terjun ke bisnis ayam potong, Elang justru melihat peluang bisnis pengadaan lampu di kampusnya. “Peluang bisnis lampu ini berawal ketika saya melihat banyak lampu di IPB yang redup. Saya fikir ini adalah peluang bisnis yang menggiurkan, ” paparnya. Karena tidak punya modal banyak, Elang menggunakan strategi Ario Winarsis, yaitu bisnis tanpa menggunakan modal. Ario Winarsis sendiri awalnya adalah seorang pemuda miskin dari Amerika Latin, Ario Winarsis mengetahui ada seorang pengusaha tembakau yang kaya raya di Amerika. Setiap hari, ketika pengusaha itu keluar rumah, Ario Winarsis selalu melambaikan tangan ke pengusaha itu. Pada awalnya pengusaha itu tidak memperdulikannya. Tapi karena Ario selalu melambaikan tangan setiap hari, pengusaha tembakau itu menemuinya dan mengatakan, “Hai pemuda, kenapa kamu selalu melambaikan tangan setiap saya ke luar rumah?” Pemuda miskin itu lalu menjawab, “Saya punya tembakau kualitas bagus. Bapak tidak usah membayar dulu, yang penting saya dapat PO dulu dari Bapak.” Setelah mendengar jawaban dari pemuda itu, pengusaha kaya itu lalu membuatkan tanda tangan dan stempel kepada pemuda tersebut. Dengan modal stempel dan tanda tangan dari pengusaha Amerika itu, pemuda tersebut pulang dan mengumpulkan hasil tembakau di kampungnya untuk di jual ke Amerika lewat si pengusaha kaya raya itu. Maka, jadilah pemuda itu orang kaya raya tanpa modal.
Begitupula Elang, dengan modal surat dari kampus, ia melobi ke perusahaan lampu Philips pusat untuk menyetok lampu di kampusnya. “Alhamdulillah proposal saya gol, dan setiap penjualan saya mendapat keuntungan Rp 15 juta,” ucapnya bangga.
Tapi, karena bisnis lampu ini musiman dan perputaran uangnya lambat, Elang mulai berfikir untuk mencari bisnis yang lain. Setelah melihat celah di bisnis minyak goreng, Elang mulai menekuni jualan minyak goreng ke warung-warung. Setiap pagi sebelum berangkat kuliah, ia harus membersihkan puluhan jerigen, kemudian diisi minyak goreng curah, dan dikirim ke warung-warung Pasar Anyar, serta Cimanggu, Bogor. Setelah selesai mengirim minyak goreng, ia kembali ke kampus untuk kuliah. Sepulang kuliah, Elang kembali mengambil jerigen-jerigen di warung untuk diisi kembali keesokan harinya. Tapi, karena bisnis minyak ini 80 persen menggunakan otot, sehingga mengganggu kuliahnya. Elang pun memutuskan untuk berhenti berjualan. “Saya sering ketiduran di kelas karena kecapain,” kisahnya.
Elang mengaku selama ini ia berbisnis lebih banyak menggunakan otot dari pada otak. Elang berkonsultasi ke beberapa para pengusaha dan dosennya untuk minta wejangan. Dari hasil konsultasi, Elang mendapat pencerahan bahwa berbisnis tidak harus selalu memakai otot, dan banyak peluang-peluang bisnis yang tidak menggunakan otot.
Setelah mendapat berbagai masukan, Elang mulai merintis bisnis Lembaga Bahasa Inggris di kampusnya. “Bisnis bahasa Inggris ini sangat prospektif apalagi di kampus, karena ke depan dunia semakin global dan mau tidak mau kita dituntut untuk bisa bahasa Inggris,” jelasnya. Adapun modalnya, ia patungan bersama kawan-kawannya. Sebenarnya ia bisa membiayai usaha itu sendiri, tapi karena pegalaman saat jualan minyak, ia memutuskan untuk mengajak teman-temannya. Karena lembaga kursusnyanya ditangani secara profesional dengan tenaga pengajar dari lulusan luar negeri, pihak Fakultas Ekonomi mempercayakan lembaganya itu menjadi mitra.
Karena dalam bisnis lembaga bahasa Inggris Elang tidak terlibat langsung dan hanya mengawasi saja, ia manfaatkan waktu luangnya untuk bekerja sebagai marketing perumahan. “Saya di marketing tidak mendapat gaji bulanan, saya hanya mendapatkan komisi setiap mendapat konsumen,” ujarnya.
Bangun Rumah Orang Miskin. Di usianya yang relatif muda, pemuda yang tak suka merokok ini sudah menuai berbagai keberhasilan. Dari hasil usahanya itu Elang sudah mempunyai rumah dan mobil sendiri. Namun di balik keberhasilannya itu, Elang merasa ada sesuatu yang kurang. Sejak saat itu ia mulai merenungi kondisinya. “Kenapa kondisi saya begini, padahal saya di IPB hanya tinggal satu setengah tahun lagi. Semuanya saya sudah punya, apalagi yang saya cari di dunia ini?” batinnya.
Setelah lama merenungi ketidaktenangannya itu, akhirnya Elang mendapatkan jawaban. Ternyata selama ini ia kurang bersyukur kepada Tuhan. Sejak saat itulah Elang mulai mensyukuri segala kenikmatan dan kemudahan yang diberikan oleh Tuhan. Karena bingung mau bisnis apalagi, akhirnya Elang shalatistikharah minta ditunjukkan jalan. “Setelah shalat istikharah, dalam tidur saya bermimpi melihat sebuah bangunan yang sangat megah dan indah di Manhattan City, lalu saya bertanya kepada orang, siapa sih yang membuat bangunan megah ini? Lalu orang itu menjawab, “Bukannya kamu yang membuat?” Setelah itu Elang terbangun dan merenungi maksud mimpi tersebut. “Saya pun kemudian memberanikan diri untuk masuk ke dunia properti,” ujarnya.
Pengalaman bekerja di marketing perumahan membuatnya mempunyai pengetahuan di dunia properti. Sejak mimpi itu ia mulai mencoba-coba ikut berbagai tender. Tender pertama yang ia menangi Rp 162 juta di Jakarta yaitu membangun sebuah Sekolah Dasar di daerah Jakarta Barat. Sukses menangani sekolah membuat Elang percaya diri untuk mengikuti tender-tender yang lebih besar. Sudah berbagai proyek perumahan ia bangun.
Selama ini bisnis properti kebanyakan ditujukan hanya untuk orang-orang kaya atau berduit saja. Sedangkan perumahan yang sederhana dan murah yang terjangkau untuk orang miskin jarang sekali pengembang yang peduli. Padahal di Indonesia ada 70 juta rakyat yang masih belum memiliki rumah. Apalagi rumah juga merupakan kebutuhan yang sangat primer. Sebagai tempat berteduh dan membangun keluarga. “Banyak orang di Indonesia terutama yang tinggal di kota belum punya rumah, padahal mereka sudah berumur 60 tahun, biasanya kendala mereka karena DP yang kemahalan, cicilan kemahalan, jadi sampai sekarang mereka belum berani untuk memiliki rumah,” jelasnya.
Dalam hidupnya, Elang ingin memiliki keseimbangan dalam hidup. Bagi Elang, kalau mau kenal orang maka kenalilah 10 orang terkaya di Indonesia dan juga kenal 10 orang termiskin di Indonesia. Dengan kenal 10 orang termiskin dan terkaya, akan mempunyai keseimbangan dalam hidup, dan pasti akan melakukan sesuatu untuk mereka. Melihat realitas sosial seperti itu, Elang terdorong untuk mendirikan perumahan khusus untuk orang-orang ekonomi ke bawah. Maka ketika ada peluang mengakuisisi satu tanah di desa Cinangka kecamatan Ciampea, Elang langsung mengambil peluang itu. Tapi, karena Elang tidak punya banyak modal, ia mengajak teman-temannya yang berjumlah 5 orang untuk patungan. Dengan modal patungan Rp 340 juta, pada tahun 2007 Elang mulai membangun rumah sehat sederhana (RSS) yang difokuskan untuk si miskin berpenghasilan rendah. Dari penjualan rumah yang sedikit demi sedikit itu. Modalnya Elang putar kembali untuk membebaskan lahan di sekitarnya. Rumah bercat kuning pun satu demi satu mulai berdiri.
Elang membangun rumah dengan berbagai tipe, ada tipe 22/60 dan juga tipe 36/72. Rumah-rumah yang berdiri di atas lahan 60 meter persegi tersebut ditawarkan hanya seharga Rp 25 juta dan Rp 37 juta per unitnya. “Jadi, hanya dengan DP Rp 1,25 juta dan cicilan Rp 90.000 ribu per bulan selama 15 tahun, mereka sudah bisa memiliki rumah,” ungkapnya.
Karena modalnya pas-pasan, untuk media promosinya sendiri, Elang hanya mengiklankan di koran lokal. Karena harganya yang relatif murah, pada tahap awal pembangunan langsung terjual habis. Meski harganya murah, tapi fasilitas pendukung di dalamnya sangat komplit, seperti Klinik 24 jam, angkot 24 jam, rumah ibadah, sekolah, lapangan olah raga, dan juga dekat dengan pasar. Karena rumah itu diperuntukkan bagi kalangan ekonomi bawah, kebanyakan para profesi konsumennya adalah buruh pabrik, staf tata usaha (TU) IPB, bahkan ada juga para pemulung.
Sisihkan 10 Persen. Dengan berbagai kesuksesan di usia muda itu, Elang tidak lupa diri dengan hidup bermewah-mewahan, justru Elang semakin mendekatkan diri kepada Tuhan. Salah satu wujud rasa syukur atas nikmatnya itu, dalam setiap proyeknya, ia selalu menyisihkan 10 persen untuk kegiatan amal. “Uang yang 10 persen itu saya masukkan ke BMT (Baitul Mal Wa Tanwil/tabungan) pribadi, dan saya alokasikan untuk membantu orang-orang miskin dan orang yang kurang modal,” bebernya. Bagi Elang, materi yang saat ini ia miliki ada hak orang miskin di dalamnya yang musti dibagi. Selain menyisihkan 10 persen dari hasil proyeknya, Elang juga memberikan sedekah mingguan, bulanan, dan bahkan tahunan kepada fakir miskin.
Bagi Elang, sedekah itu tidak perlu banyak tapi yang paling penting adalah kontinuitas dari sedekah tersebut. Meski jumlahnya kecil, tapi jika dilakukan secara rutin, itu lebih baik daripada banyak tapi tidak rutin.
Elang sendiri terbilang sebagai salah satu sosok pengusaha muda yang sukses dalam merintis bisnis di tanah air. Prestasinya patut diapresiasi dan dijadikan suri tauladan bagi anak-anak muda yang lain. Bagi Elang, semua anak muda Indonesia bisa menjadi orang yang sukses, karena kelebihan manusia dengan ciptaan mahkluk Tuhan yang lain adalah karena manusia diberi akal. Dan, ketika manusia lahir ke dunia dan sudah bisa mulai berfikir, manusia itu seharusnya sudah bisa mengarahkan hidupnya mau dibawa kemana. “Kita hidup ibarat diberi diary kosong. Lalu, tergantung kitanya mau mengisi catatan hidup ini. Mau hura-hurakah? Atau mau mengisi hidup ini dengan sesuatu yang bermanfaat bagi yang lain,” ucapnya berfilosof. Ketika seseorang sudah bisa menetapkan arah hidupnya mau dibawa kemana, tinggal orang itu mencari kunci-kunci kesuksesannya, seperti ilmu dan lain sebagainya.
Menjaga Masjid. Adapun kunci kesuksesan Elang sendiri berawal dari perubahan gaya hidupnya saat kuliah semester lima. Pada siang hari, Elang bak singa padang pasir. Selain kuliah, ia juga menjalankan bisnis mencari peluang-peluang bisnis baru, negosiasi, melobi, dan sebagainya. Namun ketika malam tiba, ia harus menjadi pelayan Tuhan, dengan menjadi penjaga Masjid. “Setiap malam dari semester lima sampai sekarang saya tinggal di Masjid yang berada dekat terminal Bogor. Dari mulai membersihkan Masjid, sampai mengunci, dan membukakan pintu pagar untuk orang-orang yang akan shalat Shubuh, semua saya lakukan,” ujarnya merendah.
Elang mengaku ketika menjadi penjaga Masjid ia mendapat kekuatan pemikiran yang luar biasa. Bagi Elang, Masjid selain sebagai sarana ibadah, juga tempat yang sangat mustajab untuk merenung dan memasang strategi. “Dalam halaman masjid itu juga ada pohon pisang dan di sampingnya gundukan tanah. Saya anggap itu adalah kuburan saya. Ketika saya punya masalah saya merenung kembali dan kata Nabi, orang yang paling cerdas adalah orang yang mengingat mati,” ujarnya.
Ikut Lomba Wirausaha Muda Mandiri Karena Tukang Koran “Ghaib” Elang semakin dikenal khalayak luas ketika berhasil menjadi juara pertama di ajang lomba wirausaha muda mandiri yang diadakan oleh sebuah bank belum lama ini. Keikutsertaan Elang dalam lomba tersebut sebenarnya berkat informasi dari koran yang ia dapatkan lewat tukang koran “ghaib”. Kenapa “ghaib”?, sebab setelah memberi koran, tukang koran itu tidak pernah kembali lagi padahal sebelumnya ia berjanji untuk kembali lagi.
Peristiwa aneh itu terjadi saat ia sedang mencuci mobil di depan rumahnya. Tiba-tiba saja ada tukang koran yang menawarkan koran. Karena sudah langganan koran, Elang pun menolak tawaran tukang koran itu dengan mengatakan kalau ia sudah berlangganan koran. Tapi anehnya musti sudah mengatakan demikian, si tukang koran itu tetap memaksa untuk membelinya, karena elang tidak mau akhirnya si tukang koran itu memberikan dengan cuma-cuma kepada elang dan berjanji akan kembali lagi keesokan harinya. Karena diberi secara cuma-cuma, akhirnya Elang pun mau menerimanya.
Setelah selesai mencuci mobil, Elang langsung menyambar koran pemberian tukang koran tadi. Setelah membaca beberapa lembar, Elang menemukan satu pengumuman lomba wirausaha muda mandiri. Merasa sebagai anak muda, ia tertantang untuk mengikuti lomba tersebut. Elang pun membawa misi bahwa wirausaha bukan teori melainkan ilmu aplikatif. Saat lolos penjaringan dan dikumpulkan di Hotel Nikko Jakarta, Elang bertemu dengan seorang Bapak yang anaknya sedang sakit keras di pinggir jalan bundaran Hotel Indonesia. Elang merasa ada dua dunia yang sangat kontras, di satu sisi ada orang tinggal di hotel mewah dan makan di restoran, tapi di sisi lain ada orang yang tinggal di jalanan. Akhirnya, pada malam penganugerahan, tim juri memutuskanElanglah yang menjadi juaranya. Padahal diukur secara omset, pendapatannya berbeda jauh dengan para pengusaha lainnya.
Dari Juara I Wirausaha itu, Elang membawa hadiah sebesar Rp 20 juta, ditambah tawaran kuliah S2 di Universitas Indonesia. Melalui lomba itu, terbukalah jalan cerah bagi Elang untuk menapaki dunia wirausaha yang lebih luas.
Ingin Membawahi Perusahaan yang Mempekerjakan 100 Ribu Orang
Perjalanan Elang dalam merintis bisnis properti, tidak selamanya berjalan mulus. Pada awal-awal merintis bisnis ini, ia banyak sekali mengalami hambatan, terutama ketika akan meminjam modal dari Bank. Sebagai mahasiswa biasa, tentunya perbankan merasa enggan untuk memberikan modal. Padahal, prospek bisnis properti sangat jelas karena setiap orang pasti membutuhkan rumah. “Beginilah jadi nasib orang muda, susah orang percaya. Apalagi perbankan. Orang bank bilang lebih baik memberikan ke tukang gorengan daripada ke mahasiswa,” ungkapnya.
Meski sering ditolak bank pada awal-awal usahanya, Elang tidak pernah patah semangat untuk berbisnis. Baginya, kalau bank tidak mau memberi pinjaman, masih banyak orang yang percaya dengan anak muda yang mau memberi pinjaman. Terbukti dengan hasil jerih payahnya selama ini sehingga bisa berjalan.
Ada banyak impian yang ingin diraih Elang, di antaranya membentuk organisasi Maestro Muda Indonesia dan membawahi perusahaan yang mempekerjakan karyawan 100 ribu orang. Motivasi terbesar Elang dalam meraih impian tersebut adalah ingin menjadi tauladan bagi generasi muda, membantu masyarakat sekitar, dan meraih kemuliaan dunia serta akhirat.
(miphz.wordpress.com)
Dari Barang Loakan Sukses Bisnis Properti
"Saya merintis bisnis properti itu berawal dari jualan besi-besi tua dan melayani kebutuhan orang-orang yang ingin mencari bahan bangunan murah dalam membangun rumah mereka. Kerennya, seperti supplier (penyuplai) dan kontraktor," kata Miftah Sunandar, presiden direktur PT Miftah Putra Mandiri (MPM) ketika ditemui dalam acara temu media di Jakarta.
Akhirnya, Miftah menambahkan, dengan sering bertandangnya konsumen kepadanya, dia memutuskan membuka toko bangunan kecil-kecilan, tanpa meninggalkan profesinya sebagai penjual besi-besi tua atau loakan.
"Pada 2002 saya membuka toko besi konstruksi dan bahan matrial, di samping menjual besi-besi tua. Sampai saat ini, usaha itu tetap saya geluti meski sudah menggeluti bisnis properti," kata dia yang berpendidikan sarjana ekonomi jurusan manajemen di STIA YAPPAN.
Sedang masuknya Miftah ke bisnis properti, dia mengaku diawali dengan membangun rumah dari konsumen-konsumen yang tadinya hanya ingin disediakan keperluan besi dan bahan bangunan lain.
Bahkan pada 2004, dia mulai berani membangun rumah di atas lahan 170 meter persegi (m2), sebanyak dua unit untuk ditawarkan atau dijual kepada konsumen. "Waktu itu, saya bermodalkan sertifikat tanah mertua," tutur Miftah.
Setelah berjalan beberapa tahun, ternyata usahanya terus berkembang dan akhirnya membawa Miftah menjadi kontraktor rumah-rumah pribadi dengan mendirikan 'CV Putra Mandiri'.
Perkenalannya dengan dunia bangunan membuatnya matang dengan pengalaman proyek dan berkenalan dengan para praktisi di bidang usaha kontraktor maupun developer. "Saya pun rela mengambil S2 di Panangian School of Property (PSP)," ujarnya.
Perumahan pertama yang dibangunnya dengan nama 'Perumahan Putra Mandiri' dengan hanya beberapa unit pun sukses menembus pasar. Akhirnya, dia terus mengembangkan bisnisnya dalam bidang pengembangan properti.
Pada akhir 2006, Miftah membuat perumahan yang dinamakan 'Vila Putra Mandiri I' sebanyak delapan unit yang berlokasi di Tanah Baru, Depok. Dalam waktu satu minggu, perumahan tersebut habis terjual.
Pada awal 2007, dirinya kembali membuktikan exsistensinya dalam bidang properti dan developer dengan membuat perumahan 'Vila Putra Mandiri II' sebanyak 13 unit rumah yang berlokasi di Tanah Baru, Depok, dan ternyata dalam waktu satu bulan juga habis terjual.
Kemudian, di akhir tahun yang sama, Miftah Sunandar kembali membuat Vila Putra Mandiri III&IV dengan jumlah keseluruhan 42 unit rumah yang dalam waktu dua bulan habis terjual.
Sedangkan pada 2008, dia kembali membuat perumahan dengan nama 'Putra Mandiri Residence' (40 unit) dengan konsep town house bergaya tropis modern yang lebih exclusive. 'Putra Mandiri Regency (80 unit), dan 'Putra Mandiri' sebanyak 38 unit di kawasan Pancoran Mas, Depok.
Pada akhir 2009 lalu, PT Miftah Putra Mandiri mengembangkan perumahan 'Griya Putra Mandiri' di atas lahan seluas 3,5 hektare di kawasan Citayam sebanyak 200 unit.
Bahkan, kini perusahaan properti itu sudah merambah kawasan Bandung, Jawa Barat dengan membangun perumahan 'Bentang Padalarang Regency' di atas lahan seluas 20 hektare.
"Pada tahap awal kami kembangkan 12 hektare, dengan 1.000 unit yang akan menghimpun berbagai tipe rumah mulai dari luas bangunan (lb) 22 m2 dan lusa tanah (lt) 60 m2 sampai 300/215 m2," kata Miftah yang saat ini baru berusia 28 tahun.
Proyek teranyar itu pun, dia mengakui, sudah terjual lebih kurang 200 unit sejak ditawarkan awal tahun lalu.
Selain Miftah yang sukses dengan bisnis propertinya, sejumlah wirausahawan muda mandiri berbagi pengalaman dan kunci agar bisa sukses dalam menjalankan bisnis.
Mereka yang berbagi adalah Brian Arfi Faridhi, Tririan Arianto, Iin Budianto, dan Zainal Abidin di acara seminar "Berbisnis Bisa! Saya Bisa Anda pun Bisa!" di Elemen Café Surabaya beberapa waktu lalu. Keempatnya adalah wirausahawan yang sukses di bidangnya masing-masing dan mendapatkan penghargaan dari Bank Mandiri pada 2009.
Menurut Brian, CEO PT DheZign Online Solution, menjadi seorang entrepreneur tidaklah mudah, banyak yang mencoba banyak pula yang gagal. Namun dengan fokus, keuletan dan ketekunan, persoalan itu akan teratasi dan jalan pun akan terbuka.
"Dalam bisnis hanya satu yang pasti, yaitu kegagalan. Namun kegagalan tersebut akan menghasilkan ketika kita terus mencoba dan mencoba," tutur Juara Wirausaha Muda Mandiri kategori industri kreatif mahasiswa ini.
Tririan, pemilik PT Mushroom Indonesia yang memenangkan kategori kuliner mengaku memulai usaha dari nol. "Namun dengan ketekunan, kerja keras, doa dan berbagi kepada sesama mampu mengantarkan saya hingga ke titik ini."
Selain tekun dan ulet, rahasia lainnya adalah saling berbagi lewat komunitas seperti komunitas Tangan Di Atas (TDA) yang menjadi kumpulan para pengusaha UKM. Di sini, setiap orang bisa saling berbagi baik kesuksesan maupun kegagalan.
Keduanya, juga aktif dan bergabung di komunitas ini untuk mengembangkan bisnis. "Outlet bisnis saya meroket dari 3 outlet menjadi 10 outlet dalam 3 bulan," kata Tririan.
Iin Budianto, pengusaha makanan dan pengusaha komputer ini mengaku pendapatannya meningkat hingga Rp 40 juta per bulan. Awalnya Iin adalah seorang karyawan dengan gaji yang tetap. (fn/v2v) www.suaramedia.com
()
Betulkah Merintis Bisnis Properti Sebagai Pengembang Benar-benar Gampang??
********
Jika anda berpikir bahwa bisnis properti harus selalu dalam skala besar ala Ciputra Grup, Agung Sedayu Grup, Lippo Grup atau Duta Pertiwi Grup, sudah jelas anda mundur teratur sebelum berani melangkah. Bisnis properti memang dipandang banyak orang sebagai bisnis padat modal dan jangka panjang, dengan hasil investasi yang menggiurkan, serta memberi predikat prestisius kepada pengembangnya.
Padahal jikalau kita mau berpikir sedikit logis, apapun jenis usaha pastilah selalu dimulai dan dirintis dari kecil. Jika saat ini pengembang besar tersebut ibarat sudah berlari di langkah ke 1000, tetap saja ada langkah pertama yang dahulu mereka lakukan. Tak ada sebuah keberhasilan yang diperoleh secara instan. Semua harus dilakukan dengan sungguh sungguh, dibarengi kerja keras dan ketekunan.
Tak perlu berpikir bahwa untuk mendapatkan sebutan sebagai pengembang kita mesti menggarap lahan seluas 10 hektar atau malah 50 hektar. Mulailah dengan mengerjakan lahan berskala kecil dibawah 1 hektar terlebih dahulu. Bahkan mengembangkan lahan seluas 800 m2 yang bisa dijadikan 8 unit ruko saja berarti anda sudah melakukan bisnis sebagai pengembang properti.
Belajar terlebih dahulu mengelola lahan luasan kecil, untuk selanjutnya jika sudah memiliki pengalaman barulah beranjak menggarap lahan dengan luasan yang lebih besar. Tak perlu kuatir soal kompetensi anda yang kurang memadai di bidang properti. Tak perlu kuatir tentang ketersediaan tanah yang akan dikembangkan harus dibeli dengan menggunakan uang siapa? Tak perlu bingung modal kerja untuk bangunan, infrastruktur dan overhead cost diperoleh dari mana.
Dalam buku ini Bang AW justru ingin mengajak anda berpikir terbalik (upside down thinking) bahwa dengan modal uang recehanpun kita bisa menjalankan bisnis properti ini. Kata kuncinya terdapat pada 3 hal yang harus berhasil anda gandeng, yaitu ;
1.Mitra Pemilik Keahlian (MPK)
2.Mitra Pemilik Tanah (MPT)
3.Mitra Pemilik Modal (MPM)
Jika ketiga hal diatas bisa anda gandeng, maka peluang anda menjadi pengembang properti bukan lagi sekedar mimpi. Merintis bisnis properti sebagai pengembang benar-benar gampang. Penjelasan lebih lanjut mengenai MPK, MPT dan MPM akan dijelaskan dalam Bab 3, setelah diselingi terlebih dahulu oleh Bab II yang membahas mengenai pembuatan PT kosong.
(id-id.facebook.com/topic.php)
Dari Besi Tua, Sukses Bisnis Properti
VIVAnews - Bermodal kejujuran dan berani mencoba hal baru sering menjadi dasar orang sukses. Terbukti, berawal dari usaha jual besi-besi tua dan loakan, mendorong Miftah Sunandar menjadi pengembang properti muda yang sukses.
"Saya merintis bisnis properti itu berawal dari jualan besi-besi tua dan melayani kebutuhan orang-orang yang ingin mencari bahan bangunan murah dalam membangun rumah mereka. Kerennya, seperti supplier (penyuplai) dan kontraktor," kata Miftah Sunandar, presiden direktur PT Miftah Putra Mandiri (MPM) ketika ditemui dalam acara temu media di Jakarta, Sabtu, 20 Maret 2010.
Akhirnya, Miftah menambahkan, dengan seringnya bertandangnya konsumen kepadanya, dia memutuskan membuka toko bangunan kecil-kecilan, tanpa meninggalkan profesinya sebagai penjual besi-besi tua atau loakan.
"Pada 2002 saya membuka toko besi konstruksi dan bahan matrial, di samping menjual besi-besi tua. Sampai saat ini, usaha itu tetap saya geluti meski sudah menggeluti bisnis properti," kata dia yang berpendidikan sarjana ekonomi jurusan manajemen di STIA YAPPAN.
Sedang masuknya Miftah ke bisnis properti, dia mengaku diawali dengan membangun rumah dari konsumen-konsumen yang tadinya hanya ingin disediakan keperluan besi dan bahan bangunan lain.
Bahkan pada 2004, dia mulai berani membangun rumah di atas lahan 170 meter persegi (m2), sebanyak dua unit untuk ditawarkan atau dijual kepada konsumen. "Waktu itu, saya bermodalkan sertifikat tanah mertua," tutur Miftah.
Setelah berjalan beberapa tahun, ternyata usahanya terus berkembang dan akhirnya membawa Miftah menjadi kontraktor rumah-rumah pribadi dengan mendirikan 'CV Putra Mandiri'.
Perkenalannya dengan dunia bangunan membuatnya matang dengan pengalaman proyek dan berkenalan dengan para praktisi di bidang usaha kontraktor maupun developer. "Saya pun rela mengambil S2 di Panangian School of Property (PSP)," ujarnya.
Perumahan pertama yang dibangunnya dengan nama 'Perumahan Putra Mandiri' dengan hanya beberapa unit pun sukses menembus pasar. Akhirnya, dia terus mengembangkan bisnisnya dalam bidang pengembangan properti.
Pada akhir 2006, Miftah membuat perumahan yang dinamakan 'Vila Putra Mandiri I' sebanyak delapan unit yang berlokasi di Tanah Baru, Depok. Dalam waktu satu minggu, perumahan tersebut habis terjual.
Pada awal 2007, dirinya kembali membuktikan exsistensinya dalam bidang properti dan developer dengan membuat perumahan 'Vila Putra Mandiri II' sebanyak 13 unit rumah yang berlokasi di Tanah Baru, Depok, dan ternyata dalam waktu satu bulan juga habis terjual.
Kemudian, di akhir tahun yang sama, Miftah Sunandar kembali membuat Vila Putra Mandiri III&IV dengan jumlah keseluruhan 42 unit rumah yang dalam waktu dua bulan habis terjual.
Sedangkan pada 2008, dia kembali membuat perumahan dengan nama 'Putra Mandiri Residence' (40 unit) dengan konsep town house bergaya tropis modern yang lebih exclusive. 'Putra Mandiri Regency (80 unit), dan 'Putra Mandiri' sebanyak 38 unit di kawasan Pancoran Mas, Depok.
Pada akhir 2009 lalu, PT Miftah Putra Mandiri mengembangkan perumahan 'Griya Putra Mandiri' di atas lahan seluas 3,5 hektare di kawasan Citayam sebanyak 200 unit.
Bahkan, kini perusahaan properti itu sudah merambah kawasan Bandung, Jawa Barat dengan membangun perumahan 'Bentang Padalarang Regency' di atas lahan seluas 20 hektare.
"Pada tahap awal kami kembangkan 12 hektare, dengan 1.000 unit yang akan menghimpun berbagai tipe rumah mulai dari luas bangunan (lb) 22 m2 dan lusa tanah (lt) 60 m2 sampai 300/215 m2," kata Miftah yang saat ini baru berusia 28 tahun.
Proyek teranyar itu pun, dia mengakui, sudah terjual lebih kurang 200 unit sejak ditawarkan awal tahun lalu.
(bisnis.vivanews.com)
Dari Es Cendol Ke Bisnis Properti
Kenangan berdagang es sekoteng pada 1980 di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, tak akan pernah dilupakan Hisyam Said Bawahab. Karena, itulah detik-detik awal perubahan drastis dirinya dari orang kecil menjadi pebisnis sukses seperti sekarang. Saat itu pria keturunan Arab-Betawi ini berkenalan dengan salah seorang pembeli es sekotengnya yang ternyata pemilik UI Metal Work (UMW), Umawar. "Waktu itu dia baru pulang dari Inggris. Nawarin sama ane mau nggak ikut dia kerja di perusahaan yang mau dibikinnya di bidang metal works," ujar Hisyam dengan logat Betawi yang kental.
Pria kelahiran 15 April 1954 ini mengaku saat itu ia tidak mengerti apa itu metal works. "Metal itu besi. Works itu bekerja. Lalu kalau digabung, besinya diapain?" katanya mengingat pertanyaan lugunya 30 tahun silam. Namun, ia pikir saat itu tak ada salahnya mencoba. Ia pun menerima tawaran sebagai staf pemasaran. "Saya juga ngeliatin anak-anak bikin apa," ujarnya. Dua tahun kemudian UMW mulai mengkhususkan diri pada pembuatan perangkat dapur (kitchen equipment). Potensi bisnis ini besar karena saat itu belum banyak pemainnya. Hampir semua pengadaan barang untuk kategori ini di berbagai hotel dan perusahaan mengandalkan impor. Dengan keleluasaan seperti itu, UMW cukup berjaya saat itu. Di sinilah Hisyam banyak belajar tentang bisnis. Tahun pertama, banyak proses kerja yang perlu disesuaikan. "Mesin bubut saya berdiameter 60 cm. Setelah sampai ke lokasi, ternyata yang harus dibubut berdiameter 1 meter. Saya harus balik lagi ke kantor," kata pria berusia 56 tahun ini sambil mengingat kerja kerasnya saat itu.
Setahun kemudian, pertumbuhan bisnis UMW turun. Pada momentum inilah Hisyam memilih merintis bisnis sendiri: memproduksi perangkat dapur dengan dibantu tiga karyawan. Hanya setahun berjalan, usaha ini kandas. Supaya dapurnya tetap mengepul, sulung dari 9 bersaudara ini kembali berjualan es. Ketika sedang duduk menanti pembeli es cendolnya di daerah Matraman, Jakarta Pusat, Hisyam ditawari seorang kawan baiknya untuk memakai gedung miliknya. "Pake tuh tempat gue, kosong. Ntar kalau ada duit, baru bayar," ujar kawannya itu. Di gedung inilah ia menjalankan roda bisnisnya yang sempat terhenti, dan kembali diawali dengan tiga karyawan. Kali ini ia bertekad lebih serius. Pada 1985, secara resmi PT Hatindo Metal Utama berdiri — Hatindo adalah singkatan "Hati Indonesia". Produk-produk yang dihasilkannya: meja, tempat cuci piring, pemanas, pendingin, exhaust van dan kompor. Di samping memproduksi, ia juga mengimpor produk lain seperti oven, mixer, steamer dan rice cooker besar yang kualitasnya lebih bagus.
Diakui Hisyam, awalnya ia tidak tahu persis seluk-beluk produksi dan pengadaan peralatan dapur. Namun, ia tak menolak order. Setelah order masuk, barulah ia pelajari struktur perangkat tersebut. Caranya, ia tak segan-segan membongkar barang impor (pendingin, misalnya) untuk mengetahui komponen di dalamnya. Dari sini, ia lalu membuat pendingin versi lokal. Uniknya, kliennya tak keberatan, sehingga Hisyam pun kerap meminta klien membeli perangkat impor yang mereka inginkan, lalu Hatindo akan menirunya.
Sedikit demi sedikit hasil dari bisnis ini ia kumpulkan. Selanjutnya, sebagian dana tersebut digunakan untuk membeli tanah dan membangun pabrik di Ciputat, Jakarta Selatan, seluas 1.000 m2. Sebagian lainnya ia gunakan untuk membeli mesin bekas dan bahan baku yang didapatnya dari kawasan Kota, Jakarta Barat. Seiring dengan pertumbuhan bisnisnya, karyawan pun bertambah. Pelanggannya tersebar di mana-mana, bahkan sampai luar Jawa. Rahasianya cuma satu: bisa membuktikan punya produk yang tidak kalah bagus kualitasnya dari produk luar negeri. “Selanjutnya, ya mau capek dan kerja keras,” ungkapnya sembari menambahkan, saat itu ia kian sering mengikuti berbagai pameran baik di dalam maupun di luar negeri. Melihat perkembangan usahanya yang pesat, Bank BNI menawarinya kredit. Saat itu ia pun mengambil Kredit Usaha Kecil BNI sebesar Rp 50 juta. Hisyam tidak membutuhkan waktu lama untuk melunasinya: hanya setahun.
Lama-kelamaan, bisnis ini mulai banyak diminati orang. Namun, Hatindo tak goyah. Perusahaan ini tetap melanjutkan pelayanan 24 jam terhadap konsumen. "Kalau sore karyawan pulang, saya taruh dua karyawan untuk menjaga, takutnya ada telepon klien masuk," kata Hisyam. Kelebihan lain, Hatindo selalu percaya diri terhadap semua permintaan. Pantang bagi Hatindo menolak. Bagi Hisyam, tak ada yang tidak mungkin. Sesulit apa pun permintaan klien, selalu ada jalan keluarnya. Ia menekankan pada anak buahnya untuk secepat mungkin mengeksekusi permintaan klien. "Penawaran tidak boleh lama. Orang telepon sekarang, ini hari juga harus sampai ke dia," ujarnya tandas. Penawaran di sini biasanya menyertakan gambar, perhitungan, spesifikasi, dan lain-lain yang terkait dengan order. Tidak ada kata besok. Lama pembuatan barang sekitar 1-3 bulan. "Saya planning pakai kapal laut pengiriman barang impor. Tapi saya lihat outlet-nya sudah mau buka. Maka, saya ubah naik air plane," papar Hisyam mencontohkan salah satu cara kerjanya.
Prinsipnya: kibarkan bendera dulu. Nanti kalau bendera sudah berkibar, kerugian (uang) yang sebelumnya bisa kembali. Baginya, keuntungan merupakam hal nomor dua setelah pelayanan. "Sampai-sampai kalau saya datang ke klien, saya bilang, ‘Gue dateng ke sini bukan cari order. Gue datang cari lu’," kata Hisyam. Rupanya cara tersebut cukup jitu untuk mengambil hati calon klien. Menurutnya, hal terpenting pertama adalah klien mau memakai jasanya. Jika jumlah klien sudah banyak, untuk cari klien baru ia cukup bilang, "Masak ente gak mau pakai jasa kita?"
Pendekatan ini cukup berhasil. Saat itu, hampir bisa dipastikan, kalangan restoran besar, perusahaan multinasional dan hotel berbintang lima (pada 1980-an dan 1990-an), menggunakan jasa Hisyam. Sebutlah, Hotel Hilton dan resto Ponderosa di Widjojo Center. "Okupansi hotel sangat tinggi. Mereka sudah tidak mikir harga. Yang penting, siapa yang bisa cepat, dia yang dapat order," ujar ayah tiga anak ini. Bahkan, Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, pernah menjadi kliennya. Ia punya istilah yang unik untuk usahanya. "Kepusingan orang kami ambil, kami jadiin duit. Kalau dipusingin lagi, orang malah lari," ungkapnya. Dan, ia menyebut manajemen usahanya sebagai gaya manajemen jalanan.
Pada 1985, ia berkenalan dengan Ron Muller, yang ketika itu merupakan pemegang master franchise Pizza Hut (PH) di Indonesia. Ron ternyata memercayakan pengadaan alat-alat dapurnya pada Hatindo. Ekspansi PH di Indonesia sangat cepat. Hanya dibutuhkan waktu empat tahun untuk membuka 75 gerai. Hatindolah yang ketiban rezeki mengerjakan perangkat dan instalasi dapur untuk 75 gerai PH saat itu. Hisyam mengaku, omset terbesar sampai sebelum 1995 berasal dari order PH. Malah, ia dipercaya memproduksi boks pengantar PH (ditempelkan di motor petugas). Dalam sebulan, Hatindo memproduksi ratusan ribu boks. Derasnya order dari PH membuatnya harus menyewa pabrik di Pulogadung, Jakarta Timur. Sepanjang malam, Hisyam tiada henti memperhatikan kelangsungan proses kerja di pabrik. Dari order boks pengantar piza saja, ia bisa meraih keuntungan Rp 30 juta/bulan — angka yang cukup besar kala itu. Selama sepuluh tahun ia mendapatkan order dari PH untuk produksi boks pengantar pizza. "Nekuk uangnya aja di dompet ampe susah," ujar Hisyam berkelakar. Bisa dikatakan, periode 1985-95 merupakan masa jaya Hatindo. Saat itu jumlah karyawannya mencapai 250 orang.
Hisyam mengakui bisnis yang dijalaninya saat itu sangat menggiurkan. Gambarannya, harga ditentukan dari seberapa tinggi tingkat kesulitan dan harga barang yang diimpor. Seperangkat dapur untuk resto nilainya bisa mencapai Rp 300 juta/gerai. Marginnya 80%-100% per order. Ada tiga unsur perhitungan keuntungan: material, proses dan profit — perbandingannya sama. Dengan margin yang cukup besar itu, akhirnya ia berhasil menyelesaikan pembangunan pabrik barunya di Ciputat.
Sampai kemudian pada 1998 datanglah bencana itu: krisis moneter. Mayoritas klien lamanya tidak lagi berekspansi, bahkan banyak di antaranya yang menutup gerai. Alhasil, omset Hatindo merosot drastis. "Sejak krismon, kami susah. Modal yang dibutuhkan besar, tapi untungnya tipis," ungkap Hisyam. Boleh jadi, itu karena nilai tukar rupiah yang anjlok drastis akibat krismon dan mahalnya bahan baku. Bahkan, kini ia tidak bekerja sama lagi dengan PH. Untunglah, ia masih bisa mendapat klien baru, di antaranya resto Dairy Queen, resto sandwich Cali Deli dan pabrik sepatu.
Tahun 2000, pelan-pelan bisnis Hatindo mulai merangkak naik. Dan, pada 2001 ia memutuskan mulai mencoba bisnis lain. Setelah hanya menjadi pemasok perangkat dapur untuk resto piza, ia beralih menjadi pemilik resto sejenis, yang memakai merek Papa Ron’s Pizza. Gerai pertamanya ada di Warung Buncit. Gerai ini juga merupakan gerai Papa Ron’s pertama di Indonesia. Ia membeli lisensi franchise dari Ron Muller, pendirinya. Sukses dengan gerai pertama, Hisyam membuka gerai kedua dan ketiga di Permata Hijau, Jakarta Selatan, dan Depok. Hubungan baiknya dengan Ron Muller, yang diawali di Pizza Hut, masih terjalin sampai sekarang.
Diungkapkan Hisyam, modal pembangunan satu gerai Papa Ron’s tergolong besar. Khusus interior dan dapur memakan dana Rp 1,5 miliar. Ini belum termasuk modal tanah dan bangunan. Alhasil, nilai investasinya minimal Rp 5 miliar per gerai. Setiap gerai mempunyai perbedaan dalam periode kembali modal. Namun, ada beberapa gerai yang mampu meraih breakeven point dalam waktu lima tahun. Satu gerai membutuhkan 25-35 karyawan.
Properti merupakan bisnis Hisyam selanjutnya. Lebih dari lima gedung di sepanjang jalan Warung Buncit merupakan properti yang dibangunnya. Sebenarnya, pada 1994 ia sudah merintis bisnis ini. Saat itu ia mencoba peruntungan pertama dengan membeli tanah dan membangun perumahan Pesona Agung (23 unit rumah) di Depok, seluas 2 ha. Pada 1996 semua rumah tersebut terjual. Satu rumah disisakannya sebagai rumah pribadinya. Margin yang diambilnya 50%-60%. Ini berbeda dari tren industri properti sekarang di mana margin yang diperoleh hanya 30%. "Sekarang daya belinya lemah. Jadi, kami tidak bisa menahan lama."
Hisyam mengakui bisnis properti yang dijalaninya tidak berbadan hukum. Kegiatan bisnis ini bersifat perorangan. Polanya adalah dengan membeli tanah di berbagai kawasan. Setelah dibangun untuk kepentingan ruko, gedung perkantoran atau perumahan, ia pun akan menjualnya.
Pelan tetapi pasti, proyek propertinya bertambah. Ia mencermati, tak ada rumah mewah yang tak laku. Alhasil, ia membangun 22 rumah di Sektor 9 Bintaro, dilanjutkan dengan membangun perumahan Pesona Eksklusif. Ia juga membangun 35 rumah serupa di kawasan pinggiran Jakarta seperti Ciputat, Supratman, Pondokrangon dan Jatimakmur. Beberapa di antaranya sedang dalam pembangunan. Prinsipnya, setiap ia menyelesaikan satu proyek pembangunan, walaupun belum terjual, tenaga kerja akan dialihkan untuk mengerjakan proyek pembangunan selanjutnya. "Sayang bila ada tenaga tidak dimanfaatkan," ujar mantan anggota Dewan Pakar Partai Keadilan Sejahtera ini.
Selain sukses dengan bisnis perumahan, Hisyam membangun beberapa gedung di sepanjang Jalan Warung Buncit: Menara Takaful (gedung pertamanya), Menara Kospin, Ranch Market, dan beberapa ruko lain. Ia sengaja mengambil kawasan Warung Buncit. Alasannya, "Daerahnya manis," kata Hisyam seraya menerangkan, daerah manis artinya cepat terjual. Padahal, diakuinya, harga tanah di wilayah ini tergolong mahal, kini mencapai Rp 10 juta/m2. Ada beberapa gedung miliknya yang laku terjual seharga Rp 20-an miliar di kawasan itu.
Tak hanya properti yang memikat Hisyam. Diam-diam ia merintis bisnis distributor pendingin dari Taiwan. Untuk itu, ia mendirikan anak usaha dengan nama PT Kota Jaya. "Begitu produk Cina masuk dengan harga lebih murah, pendingin kami kalah harga," ujarnya. Sekarang Kota Jaya yang secara operasional ditangani anak pertama Hisyam juga membuat perangkat dapur berbahan dasar stainless steel.
Saat ini bisnis Hisyam beragam. Ia tak hanya berbisnis perangkat dapur, properti dan alat pendingin, tetapi juga alat kesehatan, biro perjalanan dan agensi periklanan. Akan tetapi, di bisnis-bisnis yang dirintis saudaranya itu, ia hanya menaruh kepemilikan saham, masing-masing sekitar 25%. Bagi Hisyam, memulai bisnis tak perlu berpikir lama. Hanya ada satu pertimbangan utama: bisnis ini mempunyai potensi berkembang ataukah tidak. Selanjutnya, ia akan mengeksekusi rencana itu. "Bisnis itu berbuat. Bukan ngomong. Ngga ada tuh kata ‘nanti’ buat saya. Waktu saya muda, setahun ini bisa bikin berapa proyek. Jalan semua.," ujarnya bangga.
Tahun ini Hisyam berencana membuka bisnis baru yang berkaitan dengan kartu belanja dan televisi kabel. Dikatakannya, setelah melintasi berbagai industri bisnis, ia banyak mendapat pelajaran berharga untuk tetap menjaga kelangsungan usaha. "Kalau buka itu gampang, maintain-nya yang sulit," katanya. Ia berkeyakinan, berbisnis apa pun, selama masih ada kemauan dan kerja keras, pasti bisa dibangun.
Menurut Noragraito, Manajer Operasional PT Entertainment International Tbk. — perusahaan yang menaungi merek Papa Ron’s, salah satu sifat Hisyam yang menonjol adalah keterbukaan. "Di setiap bisnisnya, Hisyam blak-blakan ngomongin soal modal dan keuntungan. Ia ingin karyawannya pun merasa memiliki perusahaan tersebut," kata lelaki 58 tahun itu. Hisyam juga tak pelit berbagi ilmu. Jika ada karyawannya yang merasa kesulitan mengerjakan tugas, Hisyam tak segan-segan memberitahu strategi pentingnya. "Dia selalu bilang, ‘Ini sawah kalian. Kalau kalian serius menggarapnya, hasilnya pasti bagus dan kembali untuk kalian’," kata Noragraito menirukan perkataan Hisyam. Menurutnya, sifat itu terkadang menjadi bumerang bagi Hisyam. Banyak anak buahnya yang keluar karena mempunyai bekal tentang strategi berbisnis di industri yang sama.
Karakter Hisyam lainnya yang menonjol adalah kepeduliannya pada anak buah. "Tidak lihat level. Asal karyawannya berprestasi dan ada keuntungan lebih, dalam setahun pasti ada saja anak buahnya yang dibiayai naik haji," ujar pria yang sudah 23 tahun mengenal Hisyam itu.
sumber : swa.co.id
(koperasi-2009.blogspot.com)
4 Cara Menjadi Kaya Dari Properti
1. Spekulasi
Percaya atau tidak, hampir sebagian besar orang yang membeli properti adalah dengan cara berspekulasi. Biasanya adalah mereka yang membeli property baru dan belum ada bandingan harga di sekitarnya. Atau mereka yang membeli property tanpa mempertimbangkan harga pasar property di daerah tersebut. Kenapa disebut spekulasi, karena sebenernya orang ini hanya mengharapakan harga property yang akan naik seiring dengan waktu, seiring dengan jadinya infrastruktur di daerah tersebut, dsb. Meskipun hal ini di sebut spekulasi, namun masih ada kemungkinan mereka akan mendapatkan untung dari property, yaitu jika ternyata harga property memang naik seperti yang di “harapkan”. Memeli property dengan cara ini mempunyai resiko bahwa jika yang di harapkan salah, maka orang itu bisa terjebak di sana sehingga tidak bisa bergerak lagi untuk berinvestasi di tempat lain, terutama jika dana yang dimiliki sangat pas pas an.
2. Menjadi Pedagang
Menjadi pedagang berebda dengan berspekulasi. Kalau berspekulasi hanya bermodal harapan atau angan angan bahwa property akan naik, maka pedagang selangkah lebih maju, yaitu dengan melakukan perhitungan harga property di daerah tersebut. Bisa saja pedagang ini membeli property yang sudah jadi maupun yang baru jadi dan di pasarkan, namun dia sudah melakukan survey dan tau persis bahwa harga jual property tersebut di bawah harga rata rata property di daerah tersebut. Dengan demikian, jika orang itu menjula saja property tersebut dengan harga rata rata property di daerah itu, maka ia sudah untung. Cara ini biasanya lebih baik dari spekulasi, namun juga harus jeli dengan lokasi property yang akan di beli. Bisa saja dia membeli property dengan harga yang jauh di bawah pasar, namun karena lokasi tidak bagus maka susah juga menjual kembali property tersebut.
3. Menjadi Investor Property
Berbeda lagi dengan spekulan atau pedagang, investor property menjadi kaya dari property tidak hanya dari keuntungan ketika jual propertynya, tetapi juga mendapatkan kekayaan dari hasil sewa property. Jadi ini merupakan suatu kombinasi antara sewa untuk menghasilkan cash flow dan juga untung (capital gain) ketika jual property nya. Untuk menjadi investor belum tentu harus memakai uang sendiri. Ada empat cara untuk menjadi investor property:
a) Investor pasif di mana investor hanya mengeluarkan dana tetapi tidak mencarinay sendiri karena tidak punay kemampuan atau ilmu property nya.
b) Kebalikan dari di atas yaitu investor yang berinvestasi di property dengan dana orang lain, misalnya saudara, teman atau investor property seperti no 1 di atas.
c) Investor yang punya ilmu, dan punya dana sendiri untuk diinvestasikan
d) Investor yang punya ilmu, punya dana sendiri untuk di investasikan dan ditambah dana orang lain
4. Menjadi Agen Properti
Jangan salah, penghasilan agen property rata rata di atas penghasilan kerja kantoran. Mereka mendapatkan keuntungan dari komisi penjualan maupun pembeli properti. Biasanya orang menjadi agen untuk belajar menjual dan mengenal property. Ada yang keterusan karena memang senang menjadi agen property dan banyak komisinya, namun ada yang setelah sekian lama mengenal dunia property dan sudah cukup punya banyak modal akhirnya berpindah menjadi investor property.
Sangat mudah untuk menjadi agen property. Terutama di Indonesia, siapa pun bisa memulai bisnis ini menjadi marketing associate untuk beberapa bulan atau 1-2 tahun. Setelah menguasai ilmunya, maka mereka mendirikan property agen sendiri. Atau dengan cara kedua, yakni langsung memulai bisnis property agen sendiri dengan cara mencari rumah yang akan dijual dan anda menawarkan kepada pemiliknya untuk membantu menjualnya.
(propertidiskon.com)
Cara Menjadi Kaya dari Investasi di Properti
Sebelum kita mempelajari mengapa kita perlu berinvestasi di properti, kita perlu mengetahui dan menyadasi dari sebuah research yang mengatakan bahwa menurut sebuah survey oleh The Straits Times, 90% dari semua jutawan menjadi jutawan secara langsung atau tidak langsung melalui properti.
Investasi dalam properti merupakan cara pasti, meski rada lambat untuk menjadi kaya. Banyak orang telah menjadi kaya melalui investasi properti dengan terus tekun di dalam bidang itu. Anda tidak perlu memiliki banyak uang untuk memulai investasi di properti. Karena kekuatan leverage, anda dapat membeli properti dengan menggunakan uang orang lain. Ide dasar dari investasi properti adalah bahwa semakin sedikit uang yang anda kleuarkan untuk membeli properti, semakin besar peluang anda untuk mgnhasilkan keuntungan yang lebih tinggi dari investasi anda. Untuk lebih memahami kekuatan dari leverage, mari kita bandingkan berinvestasi di properti dengan investasi dalam saham.
Kekuatan dari Leverage: Properti Vs Saham
Dengan investasi Rp 100 juta saham, anda akan mempunyai kendalai senilai RP100 juta dari saham anda. BIla terjadi 10% kenaikan harga Saham anda, maka anda akan menghasilkan 10% laba dalam investasi Anda (yakni Rp 10 juta) sedangkan 100% kenaikan harga saham Anda akan menghasilkan 100% peningkatan investasi Anda (yaitu Rp 100 juta). Sebaliknya, dengan berinvestasi di properti senilai Rp 100 juta anda tidak perlu mengelurakan uang sebesar RP 100 juta karena anda dapat mengajukan permohonan pinjaman dari bank untuk membiayai sebagian besar pembelian Anda. Biasanya bank akan memberikan 70% hingga 90% pinjaman pembiayaan untuk membantu anda dalam pembelian properti Anda. Oleh karena itu, dengan berinvestasi hanya Rp 10 Juta rupiah dari uang Anda, anda bisa membeli property senilai rp 100 juta properti di mana 90% dari harga properti yang dibiayai oleh bank. Jika ternjadi kenaikan harga 10% dari harga properti (yaitu Rp 10 juta) akan sudah menghasilkan 100% kenaikan investasi Anda. Bukankah akan lebih mudah bagi sebuah properti untuk meningkatkan hanya 10% dibandingkan dengan harga ekuitas dua kali lipat sebelum Anda membuat 100% laba atas investasi Anda? Itulah kekuatan dari leverage di investasi property.
Capital Appreciation (Kenaikan Harga Properti) Vs Cash Flow (Arus Uang Sewa)
Untuk bisa di katakan menjadi sukses dalam investasi properti, anda perlu menghasilkan keuntungan dari kenaikan harga property yang cukup besar atau anda harus menghasilkan keuntungan dari penyewaan yang rutin yang melebihi pembiayaan yan di perlukan setiap bulannya. Jika Anda lebih memilih untuk membeli dan menjual properti saja, maka Anda akan perlu untuk memiliki cukup modal dan kemampuan untuk bertahan memenuhi kewajiban pinjaman bulanan kepada institusi pinjaman (dalam hal ini adalah bank, untuk properti yang dibiayai melalui pinjaman bank) sebelum akhirnya menjual properti dengan suatu keuntungan yang diinginkan. Pilihan umum lainnya untuk sebagian besar investor properti akan memulai untuk menyewakan properti mereka untuk membayar baik penyewa yang membantu mereka untuk memenuhi angsuran bulanan bank, maupun biaya biaya yang muncul tiap bulannya. Pastikan bahwa anda menerima sewa bulanan dari penyewa lebih daripada cicilan bank bulanan untuk menikmati cash flow bulanan positif.
Setelah Anda berhasil menyewakan properti Anda, ulangi kesuksesan anda dengan proses yang sama untuk membangun portofolio properti anda dan mulai menikmati passive income sembari membiarkan properti anda bertumbuh harganya dari waktu ke waktu untuk membuat keuntungan yang baik di masa datang apabila anda memutuskan untuk menjualnya di masa datang. Oleh karena itu, sangat penting bagi anda untuk menjadi tuan tanah baik agar sukses untuk menjadi investor properti. Perlu anda ingat bahwa tenant andalah yang membiayai pinjaman bank anda dan biaya biaya lainnya dan ini pada akhirnya akan membuat anda kaya dalam jangka panjang.
(propertidiskon.com)
9 alasan mengapa anda harus memilih Investasi Properti
1. Kekuatan dari “Leverage”
Untuk berinvestasi di properti kita memiliki pilihan untuk tidak menggunakan 100% dari uang kita, tetapi dengan menggunakan uang orang lain (OOL). Salah satu sumber yang paling umum adalah uang pinjaman bank. Tergantung dari negara mana kita berada, biasanya kita bisa mendapatkan pinjaman dari bank mulai dari 70% sampai dengan 95%. Dalam kasus ini kita hanya perlu mengeluarkan uang muka sebesar 5% sampai 30% dari harga properti. Ini juga berarti bahwa leverage adalah sekitar 3,3 sampai 20 kali.
2. Resiko relatif rendah
Secara umum, Investasi di properti tidak seperti berinvestasi di pasar saham di mana dalam satu hari harga bisa turun dan naik cukup signifikan. Hanya dalam situasi tertentu di mana perekonomian benar-benar buruk, investasi properti mungkin akan terpengaruh sedikit. Ketika dibandingkan dengan jenis investasi lain juga, seperti membuka usaha, menabung di deposito atau berinvestasi di saham, investasi properti memiliki risiko lebih rendah dibandingkan dengan mereka. Jika kita melihat risiko dibandingkan dengan potensi pendapatan, properti mempunyai resiko yang relatif rendah dengan potensi pendapatan yang baik dari sewa dan capital gain (capital appreciation).
3. Dua sumber pendapatan: sewa dan capital gain
Investasi properti menawarkan kombinasi pendapatan sewa dan capital gain. Berinvestasi di properti yang benar tidak hanya akan memberi kita arus kas positif tetapi juga potensi capital gain tergantung pada kenaikan harga properti.
4. Kontrol penuh untuk meningkatkan nilai properti
Bila Anda memiliki properti, Anda memiliki kontrol penuh tentang bagaimana Anda akan meningkatkan nilai properti. Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan nilai properti, mulai dari hal yang sangat sederhana seperti lukisan kembali properti. Cara lain membeli beberapa aksesoris atau kosmetik, dan renovasi. Kegiatan-kegiatan ini sangat penting terutama ketika kita ingin menyewa atau menjual properti. Beberapa orang melakukan renovasi kecil untuk meningkatkan nilai properti sehingga pemilik dapat menjual pada harga yang jauh lebih tinggi.
5. Investasi aman dan pasti dalam jangka panjang
Harga properti biasanya tidak akan berfluktuasi begitu banyak. Secara umum, mungkin diperlukan beberapa waktu untuk harga properti berubah seiring waktu. Hal ini berbeda dengan pasar saham misalnya di mana harga dapat berubah secara drastis dalam malam.
6. Perlindungan terhadap inflasi
Tidak seperti tabungan atau deposito di mana bunga yang diberikan biasanya jauh lebih rendah daripada tingkat inflasi, harga properti biasanya mengikuti setidaknya tingkat inflasi. Dalam kasus ini, berinvestasi di properti masih merupakan pilihan yang lebih baik untuk melindungi diri dari inflasi.
7. Kendaraan yang baik untuk mencapai kebebasan finansial
Menggunakan penghasilan sewa untuk menghasilkan arus kas positif, adalah mungkin untuk mencapai kebebasan finansial setelah beberapa tahun tergantung pada tingkat keberhasilan setiap orang dalam investasi properti. Sebagai contoh, jika seseorang memiliki pendapatan 3 juta per bulan, orang tersebut dapat secara finansial bebas dengan menghasilkan uang tunai 3 juta per bulan menggunakan 5 properti dengan masing-masing properti menghasilkan arus kas positif sebesar 600 ribu per properti per bulan. Anggap saja ini rumah kecil atau rumah petak, uang sewa 600 tentu akan sangat wajar dan cukup konservatif dalam hal ini.
8. Dapat mengurangi beban pajak
Mendirikan perusahaan dan membeli properti dengan menggunakan nama perusahaan dapat menghemat pajak. Sewa properti dapat dianggap sebagai pajak pendapatan dan biasanya akan berlaku hanya setelah pengurangan dari semua biaya yang dibebankan. Membeli properti atas nama perusahaan akan lebih menguntungkan dibandingkan dengan membeli atas nama perorangan.
9. Menjadi kaya lewat properti
Investasi properti dapat membawa orang untuk menjadi orang yang benar-benar kaya. Kunci untuk memperoleh kekayaan dalam properti adalah melalui capital gain. Sebagai contoh, seseorang berinvestasi di sebuah apartemen dari harga 500 juta dengan uang muka sebesar 50 juta. Sewa bulanan dari properti cukup untuk membayar angsuran bank per bulan, sehingga secara otomatis, angsuran bank dibiayai oleh sewa bulanan. Setelah 20 tahun, properti telah dibayar penuh dan harga telah dihargai misalnya untuk 1 Milyar (ini konservatif, karena harga property di Indonesia akan meningkat jauh dari pada harga ini). Dalam hal ini keuntungan bersih dari investasi (1 Milyar – 50 juta) = 950 juta. Jika orang ini memiliki 3 apartemen lalu total laba bersih akan hampir 3 Milyar dalam 20 tahun. Orang ini benar-benar telah menjadi Milyarder dengan investasi properti.
(propertidiskon.com)
Memilih KPR Saat Beli Rumah
Berikut adalah kiat-kiat dalam memilih KPR Rumah:
1. Pilih bank yang punya reputasi baik untuk KPR. Cari info kanan kiri mengenai reputasi bank tenatng KPR. Di internet banyak sekali info info mengenai hal ini.
2. Pilihlah bank yang memberikan fix interest rate (bunga tetap) yang menarik serta dalam jangka waktu yang relatif lebih lama. Bunga fix rate ini diberikan bank biasanya mulai dari 1 tahun sampai 3 tahun. Jikalau fix interest rate yang di berikan bagus, tentu akan memilih perioda yang lebih lama. Sebaliknya jika fix rate yang di berikan tidak bagus, maka lebih baik akan memilih perioda yang lebih singkat.
3. Pilihkan bunga floating yang paling rendah diantara bank bank yang ada. Ingat, lakukan survey dulu untuk floating interest rate dari bank bank yang menawarkan KPR tersebut. Carilah info sana sini untuk mengetahui rata rata floating rate yang diberikan oleh bank bank tersebut. Tanyakan pada teman, saudara, forum online juga dan jangan hanya menanyakan pada oihak bank yang bersangkutan.
4. Perlu diingat, meskipun istilahnya floating rate yang teorinya bunga tersebut akan mengikuti pergerakan dari bunga Bank Indonesia, namun seringkali kenyataannya tidak demikian. Ketika bunga BI naik, KPR rate akan naik, tetapi ketika bunga BI turun, seringkali KPR rate enggan untuk turun. Hal ini penting untuk diperhatikan karena perubahan bunga KPR akan sangat mempengaruhi besarnya angsuran yang akan kita berikan kepada bank kita.
5. Perhatikan besar besar denda yang di berikan oleh tiap bank tersebut seandainya kita mau melunasi KR kita. Ini menjadi penting seandainya kita bermaksud melunasi KPR kita di tengah jalan, karena jika denda karena pelunasa lebih awal maka ini merupakan biaya yang tidak murah.
6. Juga perlu dipertimbangkan kemudahan refinancing seandainya masa minimum pinjaman sudah berlalu. Pilih yang memberikan kemudahan paling bagus.
7. Pilihkan feature yang paling bagus, seperti adanya pilihan untuk pengurangan bunga KPR seandainya kita menabung di bank tersebut, kemudakan refinancing, kemudahan perubahan cicilan, pembayaran lebih awal, dsb
(propertidiskon.com)
Investasi Property Bagi Pemula
Veteran investor property, Sal Vannutini, membagikan pengalaman serta seluk beluk investasi property. Dalam sebuak ebook ia menuliskan sejumlah nasehat serta ajaran bijak serta rahasia rahasia dalam berinvestasi property lewat ebooknya Real Estate Investment for Beginners.
Berikut ini hanyalah beberapa hal yang bisa anda harapkan dari ebook yang Sal Vannutini tulis dalam buku tersebut:
* Bagaimana menggunakan uang orang lain (private investors)
* Bagaimana memulai dengan cash flow yang positif
* Bagaimana membuat partnership yang tepat
* Bagaimana menjadi expert dalam investasi property
* Bagaimana membuat ekspektasi yang tidak berlebihan
* Bagaimana membuah sebuah business plan investasi property
* Bagaiamana mengecek status hukum dari sebuah property
* Bagaimana menggunakan dana dari berbagai sumber berbeda
* Bagaimana membeli di bawah harga pasar
* Bagaimana anda tetap berpegang pada budget yang tidak mudah terombang ambingkan
dan masih banyak lagi yang lainnya.. Bagi anda yang belum tau dan masih bingung, mulailah melangkahkan kaki sedikit demi sedikit, bukalah langkah kaki agar langkah langkah berikutnya semakin mantap. Ingat tidah ada sukses yang tanpa kegagalan, dan setiap kegagalan hanyalah awal menuju sebuah keberhasilan. Ada yang bilang, "Every master start with disaster". Setiap pakar, dalam hal apapaun, biasanya diawalai dengan banyak kegagalan yang sering kali seperti sebuah bencana.
Jangan takut melangkah, jika ada pernah gagal dan masih gagal sekarang, selamat datang dalam kelompok orang yang akan menuju sukses di masa datang. Apakah anda ingin menjadi agen property yang sukses, investor yang sukses, atau hanya sekedar sukses dalam membeli property untuk dinikmati sendiri, mulailah melangkah, lakukan langkah pertama dan langkah berikutnya akan terbuka lebih jelas.
(propertidiskon.com)
4 Prinsip Saat Membeli Properti Investasi
Namun, jika hal itu dilakukan dengan benar, mendapatkan properti investasi yang baik untuk penjualan dapat memberikan keuntungan yang signifikan. Strategi utama yang terpenting adalah bagaimana untuk mengurangi risiko dalam mencari dan mendapatkan investasi properti yang sedang di jual.
Setidaknya ada empat hal dasar yang perlu dipertimbangkan ketika mencari investasi properti yang akan dijual. Gunakan daftar periksa ini sebelum Anda mencari properti investasi untuk penjualan.
1. Apakah ada permintaan yang signifikan untuk sewa di daerah itu? Berharap untuk permintaan sewa tanpa melakukan riset pada permintaan sewa adalah sesuatu yang perlu dihindari.
2. Apakah investasi akan menghasilkan arus kas positif untuk properti? Hal ini penting untuk mengetahui rata-rata hasil sewa properti di daerah itu. Mendapatkan hasil sewaan di atas rata-rata di daerah itu akan memberikan indikasi investasi yang baik. Sebuah arus kas positif adalah penting untuk mempertahankan sebuah properti sampai Anda menjualnya ketika harga mencapai target yang ditentukan.
3. Jangan terburu-buru. Sebuah keputusan terburu-buru biasanya akan menghasilkan keputusan yang buruk. Memiliki cukup waktu untuk melakukan research property yang akan di beli sangat penting sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Ingat ini adalah investasi jangka menengah atau panjang dan bukan hanya investasi jangka pendek.
4. Jangan takut untuk mengambil tindakan. Setelah Anda melakukan research yang cukup, dan setelah menganalisis bahwa properti kemungkinan besar akan menghasilkan arus kas positif, dan juga keuangan anda tidak berada dalam posisi over-commitement, juga terdapat potensi yang kuat untuk pembangunan di sekitar kawasan tersebut, maka selanjutnya anda hanya perlu untuk mengambil tindakan. Jika Anda telah melakukan, namun keputusan Anda tidak mengakibatkan investasi terbaik, setidaknya anda telah belajar dengan proses yang benar. Anda bisa menghindari di masa depan dan Anda memperoleh lebih baik dalam menganalisa peluang baru bagi investasi properti di masa dating.
Selalu belajar dan terbuka terhadap cara untuk berinvestasi, ini akan mencegah Anda dari membuat kesalahan. Setelah Anda melakukan research maka satu-satunya hal yang bisa menghentikan Anda adalah Anda sendiri, anda hanya perlu mengambil satu tindakan lagi.
(propertidiskon.com)
3 Kesalahan Yang Harus Di Hindari Dalam Investasi Di Properti
1. Membeli properti tidak produktif
Sangat sering orang membeli properti berdasarkan apa yang terlihat sewaktu penjual menawarkan property tersebut. Sering pembeli terkesan dengan desain properti, aksesoris dan semua hal baik yang dikatakan si penjual. Tetapi seringkali, pembeli tidak melihat potensi dari demand untuk properti, baik untuk sewa maupun demand untuk beli. Jika ini terjadi, property yang di beli hanya akan duduk diam tidak menghasilkan sewa dan minta dari pembeli pun tidak ada atau jarang. Dengan demikian pembeli hanya mengharapkan property naik dan menungu aka nada demand untuk property tersebut di masa datang. Hal ini sudah satu kesalahan pertama, karena kita membeli tanpa ada gambaran proyeksi kedepannya, dan memulu hanya berharap bahwa di masa dating property akan naik dan terjual atau tersewa.
Oleh karena itu, sangat penting untuk memahami proespek daripada properti itu di masa datang dan bukan sekadar melihat penampilan yang wah dari property itu. Termasuk hal hal yang perlu dipertimbagkan adalah: (1) bagaimana rencana pembangunan infrastruktur yang akan dibangun di sekitar daerah property tersebut misalnya jalan, jembatan, lapangan terbang, dsb (2) apakah ada perkembangan masa depan yang akan mempengaruhi harga properti di daerah itu seperti kemungkinan property yang akan tertutup pemandangannya oleh rencana pembanungan di masa dating (3) bagaimana rencana pengembangan kota arah - ke arah daerah ini pindah dari area ini, dst dst. Jadi kesalahan pertama adalah membeli properti dan hanya berharap bahwa harga properti akan naik tanpa benar-benar belajar mempertimbangkan bagaimana masa depan pengembangan potensi daerah sekitar property tersebut.
2. Over-Committed
Dianjurkan untuk membeli properti perlahan-lahan tapi pasti. Juga disarankan untuk mempertimbangkan kemungkinan kemungkinan seperti apa yang terjadi jika penyewa berhenti menyewa property anda, apakah Anda masih mampu membayar cicilan dari property tiap bulan tanpa ada uang sewa dari properti? Rekomendasi umum untuk hal ini biasanya disarankan untuk memiliki sekurang-kurangnya 3-6 bulan angsuran bulanan siap untuk mempersiapkan jika Anda kehilangan pekerjaan Anda atau penyewa meninggalkan tempat itu. Dalam hal ini, selalu pastikan bahwa Anda dapat menangani keuangan dalam situasi yang sangat buruk sekalipun dan jangan biarkan anda mejadi over-committed ketika terjadi situasi situasi seperti yang di atas.
3. Tidak Sabar dan berharap untuk cepat untung dari properti
Perlu diingat, investasi properti lebih adalah investasi yang bersifat jangka mengengah ke panjang. Dan untuk investasi dalam jangka pendek, biasanya akan di disebut spekulasi lebih daripada investasi. Kita perlu berhati-hati dan bersabar untuk benar-benar berhasil dalam investasi properti. Tidak ada rumus kaya cepat dan mendadak dalam hal ini, tapi lambat tapi pasti cara untuk menjadi kaya di properti.
(propertidiskon.com)
Jangan Tertarik Pada Propertynya, Tertariklah Pada Angkanya
Namun bagi mereka yang belum terlambat mengambil satu keputusan untuk berinvestasi di property yang pertama, nasehat ini patut untuk di pertimbangkan. “Jangan tertarik pada property nya, tetapi tertarik lah pada angkanya”. Maksudnya apa kata kata ini? Yang di maksud dengan property di sini adalah lebih kepada penampilan fisik dari property tersebut, katakanlah property tersebut di hiasi dengan interior yang modern dan cukup bagus serta mengikuti perkembangan jaman, maka hal ini akan sangat menggiurkan bagi investor pemula. Wajar saja, biasanya perasaan akan main di sini, perasaan serta ikut membanyangkan jika tinggal di property tersebut.
Hal tersebut seringkali membuat investor pemula lupa, bahwa tujuan mula mula untuk membeli property tersebut adalah untuk investasi bukan untuk di tempatin sendiri. Sehingga faktor yang kedua yang sangat penting yaitu perhitungan investasi tersebut kadang jadi terabaikan atau tidak di perhitungkan dengan rasional. Misalnya karena saking sudah jatuh cinta nya dengan design interios propertynya, serta kemewahan unit ptopertynya, maka perhitungan ROI (Return on Investment) serta potensi cash flow (sewa atau rental) dan potensi capital gain, serta harga property relative terhadap harga pasar akan bisa di nomor duakan. Bila hal ini terjadi, maka sesungguhnya investor pemula terbuai oleh keindahan property sehingga lupa akan tujuan utama investasi, yaitu capital gain atau cash flow.
(propertidiskon.com)
4 Langkah Bisnis Property Tanpa Modal
Bisnis properti merupakan bisnis dengan potensi keuntungan sangat besar sehingga banyak yang kaya melalui bisnis ini, dahulunya hanya ditekuni oleh beberapa orang saja karena memang ilmunya tergolong eklusif dan tidak banyak yang mampu menirunya, sekarang banyak buku, seminar, workshop yang membahas bagaiamana cara memulai bisnis properti bahkan tanpa modal, para mentor dan guru property dengan terbuka membagi ilmunya. Saya telah mempelajari beberapa ebook dan buku tentang cara memulai bisnis properti tanpa modal, ternyata caranya sederhana sekali, kali ini saya akan jelaskan secara ringkas.
Dalam memulai bisnis properti tanpa modal banyak peran yang bisa kita ambil diantaranya sebagai broker atau perantara, sebagai pemilik properti itu sendiri atau sebagai developer properti.
Pada kesempatan ini saya akan jelaskan bagaimana cara memulai bisnis properti tanpa modal sebagai developer. Caranya sebagai berikut :
1. Mencari lahan atau tanah
Tahap pertama yang harus kita lakukan adalam mencari lahan atau tanah, Bisa menggunakan tanah milik sendiri, tanah orang tua, milik saudara, milik teman atau milik orang lain, jika bukan milik sendiri kita perlu meyakinkan pemilik tanah, bagaimana meyakinkan pemilik tanah ? tentu dengan memperlihatkan bahwa kita tahu persis dan menguasai apa yang akan kita kerjakan dan kita menjelaskan bagaimana sistim kerjasamanya dan berapa potensi keuntungannya.
2. Membuat gambar dan Rancangan Anggara Biaya
Setelah dapat lahan maka tahapan selanjutnya adalah membuat gambar dan rancangan anggara biaya terlebih dahulu karena kita akan menjual rumah bermodalkan gambar dan rab saja, bagaimana dengan biaya gambar dan rab? ini bisa disiasati dengan bekerjasama dengan arsitek dengan perjanjian bagi hasil, persentase bagi hasil arsitek disesuaikan dengan estimasi biaya jasa arsitek dan biaya proyek keseluruhan.
3. Mencari Modal Untuk membangun Rumah
Jika gambar dan rab sudah selesai tahapan selanjutnya adalah mencari modal untuk pembangunan rumah. Modal bisa kita dapatkan dengan cara mencari pembeli rumah yang akan kita bangun kemudian minta DP, jika dia beli rumah tersebut cash maka pembangunan rumah sudah bisa kita mulai, tentunya dilengkapi dengan surat perjanjian bagaimana pembayaran selanjutnyaa, jika dia beli menggunakan Bank / KPR setelah dapat DP kita juga langsung ajukan KPR Multiguna atas nama pembeli tersebut karena digunakan untuk pembangunan rumah, jangan dimulai dulu pembangunan sebelum jelas bahwa kreditnya disetujui untuk mengantisipasi jangan sampai pembangunan rumah terbengkalai. Modal pembangunan bisa juga kita dapatkan dengan cara mengajukan kredit konstruksi atas nama kita atau nama perusahaan kita. Jika kita menggunakan kredit konstruksi untuk pembangunan maka sebelumnya kita perlu balik nama sertifikat atas nama kita, untuk meyakinkan pemilik tanah maka lengkapi dengan surat perjanjian. Hati-hati jika menggunakan teknik ini , perhitungkan pinjaman yang didapat cukup untuk membangun rumah sampai selesai atau pastikan ada dana untuk membayar angsuran perbulan selama properti belum selesai atau selama properti belum laku, pastikan di perjanjian dibunyikan bahwa sebelum rumah terjual maka ada persentase kita terhadap kepemilikan tanah dan rumah tersebut sesuai dengan persentase dana kita yang telah masuk kedalam pembangunan rumah.
4. Bagi Hasil Deh
Jika rumah kita bangun menggunakan DP pembeli berarti kita tidak perlu mencari pembeli lagi, ya tinggal bagi hasil dari keuntungan proyek sesuai dengan perjanjian yang sudah disepakati. jika kita membangun menggunakan kredit konstruksi berarti tahapan selanjutnya adalah beriklan atau mencari pembeli
Mudah – mudah penjelasan diatas cukup memberikan gambaran bagaimana cara memulai bisnis properti tanpa modal.(ekonomi.kompasiana.com)
Langkah Pertama Membeli Property
Untuk properti jika anda ingin memulai, pertama kali yang harus dilakukan adalah lakukan test cermin terhadap diri sendiri lebih dahulu, maksudnya test cermin itu begini:
1. Kita punya duit/modal tidak?
2. Duitnya banyak tidak?
3. Punya waktu?
Kalau punya duit, cukup tidak untuk beli property? Oh tidak cukup pak.
Oh saya tidak punya duit…oh bagus sekali, punya waktu tidak untuk cari?
Lah kalau anda tidak punya waktu dan duit celaka, tapi kalau anda tidak punya duit tapi masih punya waktu masih bisa satu langkah yang pertama yaitu dengan dengan melakukan “Flip”, karena waktu selalu bisa di cari. Waktu anda kerja anda repot, yah sabtu dan minggu…anda sambil lari pagi, anda sambil baca koran, kumpulkan koran - koran selama 1 minggu, anda cari yang memungkinkan untuk di flip.
Itu langkah pertama kalau anda tidak punya uang sama sekali. Seperti Choki yang asisten tukang bubur ternyata bisa beli properti dengan mendengarkan CD audio saya, dia tidak punya duit gajinya cuma Rp.350.000, kemudian jadi asisten tukang bubur dan membuat bubur pun belum boleh, baru umur 20 tahun dan hanya lulusan SD, nah ini kan yang menarik. Ternyata dalam satu minggu dia bisa mendapatkan uang Rp.100.000.000 , membeli properti tidak pakai uang tapi dapat uang, walaupun akhirnya propertinya bukan punya dia.
Flip itu apa sih? Beli langsung jual. Jadi langkah pertama jika anda tidak punya duit boleh anda cari begitu banyaknya property, mungkin pada waktu itu sekitar 100 itu hanya ada satu atau dua. Kalau anda mau cari mestinya anda cari 200 properti, dilihat terlebih dahulu ada yang tidak perlu di telepon sama sekali.
Nah cari properti ini ada 9 cara :
1. Pasang iklan.
Kalau anda tidak punya duit mungkin anda tidak bisa pasang iklan.
2. Anda baca iklan
Nah ini anda pasti bisa, karena cuma di koran saja..kalau tidak bisa, pinjam dengan tukang koran.
3. Walking around
Maksud saya misal hobbynya lari pagi, antar anak sekolah, les dan kemudian pulang. Cari properti sambil jalan, sambil berenang minum air, sambil ngantar anak sekolah dapat property. Lari pagi juga dapet properti, nah itu walking around.
Pada waktu walking around yang terbaik adalah di daerah anda sendiri. Kuasailah disekitar rumah anda yang setiap hari ketemu, langkah yang terdekat yang paling murah dengan demikian anda kemungkinan kenal dengan orangnya lebih cepat. Karena anda di percaya dan karena anda punya rumah di daerah tersebut. Untuk flip tidak dipercaya tidak apa-apa, karena orang pun bisa mempercayai anda dengan itikad baik. Bisa dengan teknik menaikan harga dan menurunkan syarat.
Kemudian anda bisa cek harga properti sebelum anda pasang iklan atau anda baca iklan. Misalnya, di internet banyak sekali yang jual properti. Ketika mencari properti dengan walking around, itu bukan hanya yang ada tulisannya di jual, yang jelek hancur. Itu bener- bener pengalaman saya pribadi ini yang belum pernah saya ungkap dimanapun. Waktu saya cari properti di Gading Serpong waktu dulu, propertinya rusak, tidak ada orangnya, kosong, lampunya nyala, dan rumputnya tinggi–tinggi. Saya tulis dan saya selipinkan kartu nama, di balik kartu namanya saya tulis saya mau beli propertinya kalau anda tertarik jual telpon ke saya.
Lalu orangnya telpon, bapak yang tinggalin kartu? Propertinya jadi mau beli tidak? Yang sebelah mana? Orang banyak rumah yang Saya cantelin semua. Kalau anda bisa buat kalung yang ada nametakenya seperti itu, gantung kartu nama anda dan di belakang nya anda tulis properti anda di jual saya siap membeli. Itu kemungkinannya di bawah harga bisa tinggi, karena mereka sudah tidak aktif disitu. Waktu bersih-bersih ada yang mau jual dan ada yang mau beli, anda di telpon bisa jadi harganya miring.
4. Titip agen property
Anda titip properti agen dan bilang saya properti investor, apabila ada properti yang mau dijual carilah saya, dan apabila ada properti yang murah dan kira-kira bisa diflip (tapi perlu dikerjain / make over dulu dan butuh modal) Anda bisa telepon saya. Nah jika anda mau flip anda kasih syarat, anda bilang ”saya mau cari yang dibawah harga, di bawah harga NJOP atau di bawah harga pembuatan.” Maksudnya begini? Itu harga di pasar, bagaimana orang bisa tahu harga di pasar ? Di daerah sini anda survei around, anda tanya yang se-type kira-kira luasanya berapa, harganya berapa. Anda juga bisa datang ke notaris, kira-kira ada tidak transaksi yang terakhir ? Bisa teleponin aja dan dicatet, ”pak mau cek, pak ada tidak properti harganya segini di daerah sini ?” Kalau anda ingin tahu NJOP itu apa sih? NJOP adalah Nilai Jual Objek Pajak. Maksudnya nilai jual objek pajak adalah anda dapatkan dari PBB (Pajak Bumi dan Bangunan). Itu harga yang di patok oleh pemerintah, nah kalau di bawah market, dibawah harga yang ada dan di bawah yang lainnya, sedangkan di bawah NJOP berarti dibawah PBB yang anda data nanti disitu ada harga dari pemerintah sekian, itu patokan pemerintah untuk menentukan pajak. Jadi anda tidak bisa ngaku orang properti nya beli cuma Rp.100.000.000. Makanya saya bayar Rp.100.000.000 padahal di NJOP nya nilainya adalah Rp 1.000.000.000.
Kalau harga transaksi anda dari Rp.1.000.000.000 ya anda dari Rp 1.000.000.000, bukan dari yang Rp100.000.000, artinya yang tercantum di PBB. Kalau di bawah NJOP kemungkinan harganya lumayan , banyak orang termakan bahwa dibawah NJOP sudah pasti murah, padahal belum tentu hari gini pemerintah sedang mengalakkan pajak, jadi pajak lagi melonjak naik. Bisa jadi harganya lebih tinggi di banding harga market, Lippo Karawaci lebih tinggi nilai NJOPnya, sebaiknya harganya di bawah harga produksi, itu pasti murah. Tapi tetap harus dilihat lokasinya dan ada market atau tidak. Tetapi kalau untuk flip ada market maupun tidak ada market itu tidak ada masalah. Orang buat latihan kok tidak ada market ya “so what” kan belinya tidak pakai duit. Kalau saya pribadi biasanya saya minta tiga syarat kepada agen properti :
* Harga Miring
Harganya dibawah harga pasar, dibawah NJOP atau dibawah produksi
* Ada Cash flownya
Maksudnya ada return of investmentnya. Ada usaha atau sewa diatasnya yang menghasilkan minimal sepuluh persen.
* Kepepet
Yang jual kepepet, kalau tidak kepepet sometimes nyebelin, ya tidak tar besok, tar besok, ganti lagi ganti lagi tidak fix. Itu syarat the best yang saya ajukan ke agen properti
5. Anda bisa juga dengan titip teman
Jadi cara nya di kartu nama anda bisa anda tulis ”saya properti investor”. Bagi anda yang mempunyai informasi properti, apabila terjadi deal anda saya akan kasih komisi. Walaupun anda bukan properti agen pun, setiap informasi yang deal kami akan kasih 1 juta, dan boleh pakai persentase atau pake duit. Dengan demikian teman anda, apabila mendapatkan informasi properti akan mencari Anda, nah saya dulu juga pernah dapat rumah dari teman.
6. Anda berteman sama Bank
Berteman dengan pimpinan bank. Buka rekening a,b,c,d,e,f,g.kalau anda punya duit kalau anda tidak punya duit sama sekali, anda bisa kenalan dengan pimpinan banknya, ”pak saya mau kenalan” mereka tidak peduli kamu apa, ”Pak saya properti investor kalau ada yang di lelang atau jual murah telpon saya pak, atau yang belum di lelang atau mau di eksekusi cepat pak. Dari pada bayar bunga bank terlalu banyak kasih saya dulu pak nanti saya bayar.” Yang punya menang dan bank nya juga menang, dari kreditnya yang macet jadi terbeli karena sudah di lunasi.
7. Anda perlu juga kenalan dengan pengacara.
Pengacara-pengacara datengi, saya properti investor siapa tahu mereka mau.
8. Notaris
Anda hubungi dan anda bilang investor mereka mau hubungi anda.
9. Anda boleh cari tempat makan-makan, anda boleh tempel di rumah makan, anda makan toh!! orangnya sudah sungkan karena anda bayar (makan) dan anda bilang ”pak saya ini properti investor saya tempel ya disini dicari properti. Kalau anda jual murah atau anda butuh uang cepat siapa tahu kami bisa.” Pokoknya segala cara anda lakukan, ini hanya plus minus sebuah idea, anda bisa tambah kan sendiri.
Kalau anda flip anda tidak usah utang sama bank, jadi kalau anda utang bank, anda kan butuh rekening koran yang bagus supaya anda bisa di percaya. Step pertama kita di kenal dulu, anda punya duit atau tidak punya duit kalau anda tidak punya duit anda bisa utang ke bank tidak? kalau tidak bisa utang bank flip saja deh. Kalau anda punya duit anda bisa pake utang bank, kalau layak utang bank tapi banknya tidak mau utangi gimana caranya?? Level paling indah kalau anda sudah kenal orang-orang di level atas.
Pada waktu anda cari properti, kalau anda baca koran dan ada tulisan di jual rumah lux,barang baru mewah, pemandangan indah fully pernis, biasanya itu ngabisin waktu, tidak saya telpon itu. Itu semua pake duit ya duit, telepon, beli koran, amplop untuk meninjau ya tetap butuh lah. Kalau tidak punya semua bisa tidak ya? bisa utang temen, dalam hal ini apa anda cari investor juga bisa nanti di bagi hasil atau ongkosin operasional nya saja.
Dalam hal anda cari properti tadi, sewaktu anda baca koran yang butuh uang segera pindah dalam kondisi buruk. Misalnya seperti itu, rumah kosong lama hancur semua apapun yang indikasinya mereka kepepet.
Sometimes kita tahu, orang itu kepepet atau tidak disaat kita keliling. Saya misalnya dari walking around di BSD di taman Giri Loka, terus lari dan di telpon yang ini sudah 800juta sekian, transaksinya 800jutaan. Transaksi terakhir 800, kemudian ada tanahnya lebih kecil 50meter, bangunannya lebih gede 50m itu seharusnya 800an tapi ada yang jual 645. Karena mereka sudah lama tidak kesitu, sudah hancur lebur tidak karu karuan, tidak hancur banget ya masih kuat. Masih marmer dalemnya bagus tapi depannya rumput tinggi, nah terus kemudian pada waktu itu akan dibangun club house, dan di BSD di bangun Carefour. Lah kalau fasilitasnya banyak jadi pastinya lebih naik lagi donk..nah teleponin. Status saya masih punya duit jadi saya bisa nawarin uang muka, dan kalau dikasih uang muka mereka tidak bisa lari lebih dahulu, dan ketika saya mau flip juga bisa. Modal 10 juta saya kasih uang muka dan saya flip bisa, tapi pada waktu itu tidak, saya langsung beli sampai hari ini, karena kan posisi saya punya uang kalau saya mau utang bank boleh tidak?? ya boleh tapi untuk apa utang juga??
Kecuali di singapura utang 1,2 juta SGD itu baru seru, sementara itu yang kecil di cash saja ok. Nah itu status nya berbeda jika anda tidak punya duit sama sekali caranya gimana? anda ketemu di bawah harga, anda bisa naik kan harga dan turunkan syarat juga. harga 645 boleh tidak pak saya bayar 675?? loh kok bisa mahal ?
Kok bisa begitu ? karean kita harus menguntungkan orang lain lebih dulu, win dan “I WIN”, dan terus kemudian apa yang di lakukan, berapa untung nya untuk saya? untung nya untuk kamu apa saya minta dikasih waktu 6 bulan, katanya butuh cepat, tapi kalau 6 bulan ya tidak bisa, saya kan harus arrange uang segini pak, saya kasih 3 bulan tidak mau, yah 1 bulan yah tak naikin 35 juta terakhir 30 juta, satu bulan boleh kan? boleh ya sudah tanda tangan. kalau punya duit tanda tangan ke notaris, tidak punya duit tidak usah tanda tangan ke notaris, kasih materai, tidak punya duit untuk beli materai kertas kalender di sobek belakangnya terus di tulisin, wes lah sangking super gak punya duitnya…ya kalau tidak cari kertas quarto atau kertas folio, dengan ini kami mengetahui bahwa pihak ke-1 A itu anda dan pihak ke 2 B pihak yang jual. A berjanji akan membayar senilai 675 juta dalam waktu 1 bulan setelah tanggal ini dan apabila setelah tanggal ini di tanda tangani ternyata pihak 1 belum membayar kepada pihak ke 2 maka pihak kedua berhak menjual lagi kepada siapa pun yang anda mau jual, kan halus toh, apabila dia mau tanda tangan seperti itu maka selesai.
Berarti dia sudah terikat 1 bulan tidak jual kepada siapa pun. hak nya di tangan kita tanpa duit, kalau di luar negeri dan di indonesia ada hukum belanda turunannya. Tidak pakai duit pun masih sah.yang di amerika yang namanya turunan hukum inggris itu anda harus ngasih $1, kalau di indonesia tidak pakai tapi tetep sah, itu enaknya Indonesia di banding Singapura, nah kemudian ketika mereka sudah setuju detailnya langkah berikutnya pasang iklan, jika pasang iklan pak saya tidak punya duit, bisa via internet ya pakai duit sih, kalau kita sewa internet hehehe…kalau tidak ya ke rumah temen yang ada internet nya, kalau perlu tetangga jadi tidak pake ongkos angkot.
Ketika di internet wah pak saya tidak bisa internet, katanya pak Tung bisa pasang iklan yang gratisan di properti.com itu search di google yang jual properti bisa masuk gimana si caranya? ya sudah search di google (tanya tukang warnet kalau tidak tahu google) jual properti akan keluar beberapa ribu website anda akan cari mana yang bisa pasang iklan gratis, kalau mau modal modal dikit bayar 90.000 masuk kan ke poskota, kompas, 2 baris di jual properti, di jual properti butuh uang di jual dengan harga NJOP atau di bawah NJOP.. atau bisa juga di bawah harga market, pada waktu itu anda tunjukan ini market misalnya sudah 800 juta, ya sudah saya jual tetap 780 juta, wah tidak mau di tawar - tawar deal 750 juta. Yes misalnya deal apakah segampang ini ? Amin…pasti ada juga yang gampang tapi sometimes orang nya saja di minta tidak mau kok, pak saya beli 675 tapi 1 bulan kemudian”PREEKK” mau syukur tidak mau ya sudah, bisa saja ngajukan ke bank tapi kan butuh waktu, anda tetep tidak mau ya sudah anda cari lagi yang mau, orang tidak pakai duit kok kecuali pakai duit baru anda berkuasa, ini tidak pakai duit ya modal ngeyel, kreatif tangguh, anda menyerah ya rugi.. kemudian apa yang harus dilakukan pada waktu anda deal anda sudah pasang iklan ada yang satu bulan luput, ada telpon tapi prekk di tutup ya wess tidak masalah, kalau ada telpon mau lihat boleh tidak? anda anterin atau sama agennya boleh nanti juga disuruh pegang kunci, suruhan orangnya atau karyawannya
Kita mau lihat lagi ya terang-terangan saja boleh kok, setelah kemudian anda misalnya, anda mau jual lagi donk, ya anda bilang mau jual lagi boleh jadi terang-terangan di depan, saya mau jual lagi nanti kalau kena anda saya kasih, semua usaha marketing dan biaya marketing saya, ada orang yang mau begitu ya 650 dikasih 675 , biaya marketing di tanggung ya boleh lah. terus misalnya ada yang luput… terus…what, ya cari lagi, pak perpanjang waktu deh sambil cari lagi, asal bisa di flip, rajin-rajin nawar saja.
Teori kemungkinan, mau apakah langsung gampang semoga…. doanya gitu Choki gampang seminggu 100 juta.. itu leo property.com seminggu dapet 800 juta, kemudian yang dilakukan lagi, ada yang deal saya mau pak 750, padahal modal 675 jadi anda untung 75 juta, tidak pakai duit enak?? ya enak?? itu pak Mario pasang iklan 50ribu dapet untung 50 juta lumayan…. kasih testimoni dengan cara saya.
Nah kemudian setelah anda 75, terus detailnya lagi langkahnya apa.kalau deal banyak orang bingung. Ok sudah deal pak caranya gimana? ada beberapa cara ada 1 cara yang paling goblok terang terangan pak saya sudah berhasil jual akan saya transfer, kemudian ngomong pak saya kita bayarkan 675 yang 75 saya wes terang terangan se goblok bloknya, buka-bukaan, yang lebih canggih sedikit ya anda janji sama yang jual donk sudah deal 675, jadi tanda tangan di notarisjadi misalnya jam 10. jam 10 ini akte jual beli ini dititipkan sertifikatnya kamu tarik, duit di transfer jam 12, karna saya baru dapet duit jam 12. Nah setelah jam 12 kamu ngomong yak.. baru notarisnya melepas kalau tidak tidak boleh, jadi anda tetep aman kan deal!! deal dengan notaris 75 juta. pakai akte jual beli terlebih dahulu, jadi akte pengikatan telah di transfer jadi nanti bisa di kasih.
Kemudian janji jam 11 sama yang beli di notaris yang sama atau di notaris yang lain juga boleh, pak ini saya langsung jual kepada orang ini jadi saya tidak perlu balik nama..jadi tidak usah bayar pajak.. bayar ayo bayar… tapi ini tidak kena pajak karena anda flip.
Kemudian anda janjian jam 11 sama yang beli nah sama yang beli sama anda transfer lebih dahulu lalu boleh ambil sertifikat sama toh jadi makelarnya di notaris, setelah dia transfer jam 11.30 lalu tanda tangan selesai lalu apa yang dilakukan?? transfer dulu toh yang pasti transfer ke rekening kita, dan kita langsung buka flip 675, bisa tidak?? deal?? sederhana.. mudah??
Tapi dalam hal ini kembali lagi itu kan hukum terap terapnya.. ya anda ya minimal 200 memperbesar kemungkinan, 200 setiap apa pak? setiap minggu kalau sebulan 800, misalnya anda sabtu minggu, sabtu minggu luput deh anda kerja 52 minggu ya setahun, tadi 100 hari donk 1 hari anda kerja telponin beginian akhirnya dapet satu saja bisa di flip untung 100 juta, satu hari di bayar 1 juta mau ? Padahal 1 hari juga tidak full, paling cuma 2 jam, bacain koran telponin ya berkunjung lah, yah liat liat butuh waktu 1 jam atau pun 2 jam.
Kalau pertama kali telpon itu, apa yang kita minta? Itu adalah apakah bisa di fax PBB nya? suratnya dulu supaya anda tahu NJOP nya berapa.. NJOP itu nyata di PBB, 1 milyar lah kok saya jual cuma 750 juta atau boleh tau pak suratnya yang terakhir karena kami mau beli yang sah sah saja bisa tolong di fax pak?? jadi PBB nya di cek terlebih dahulu, makanya tuh biasanya menguasai dulu daerahnya, kalau tidak menguasai anda tidak tahu harga marketnya, selain PBB pak, yang terpenting anda menguasai marketnya terlebih dahulu, kalau telpon kan biasanya harganya segitu biar kita punya pengetahuan harga di bawah market.
Boleh tahu pak PBB nya di fax terlebih dahulu, setelah PBB kemudian tanya fasilitasnya ada apa saja di dalamnya kemudian kenapa kok di jual, butuh uang ini itu, kalau dia jujur enak. Orang saya yang nawar ya terserah saya toh dia kepepet, pak boleh tahu pak di jual kenapa. butuh uang begini begini,mohon maaf pak bapak butuh nya cepet ? Oh butuh cepet sesegera mungkin, dan kita dateng kita bisa lebih tahu lagi kita kepepet apa tidak? (bagaimana cara tahunya?) dengan ngobrol, kadang saya tanya dengan lurus apakah bapak utang bank untuk rumah ini?? apa sertifikatnya di bank pak?? karena kami harus tahu prosesnya terlebih dahulu. Misal harga 650 juta, kadang jail boleh tahu bunganya berapa? kadang di buka lo…di buka tinggal di hitungin, anda minta harga berapa, segini ini kalau di hitung bunga nya, itu kalau saya mau nawar lebih murah tapi kan ini nawar lebih tinggi, atau tidak nawar atau nawar lebih tinggi tapi flip?
Jadi anda cari yang benar benar merasa untung jika di tawar lebih tinggi, tapi itu tidak bagaimana negosiasi di bawah harga, kalau kita kan happy berapa?? 675 boleh , kalau saya mau beli sendiri saya mau cash saya tanya 590 boleh? atau kalau untuk di flip anda tahu ini sudah di bawah harga anda sudah mengerjakan PR nya, tawar lebih tinggi 675 boleh, saya minta waktu, nah kalau tidak di bawah harga. Boleh tidak nawar di naik kan? boleh kalau anda ada nilai tambah dan untuk di jual.
(www.propertidiskon.com)