Pages

Wednesday, September 29, 2010

Kaya Dari Bisnis Properti Berdasarkan Pengalamana

Setelah membaca kalimat terakhir dari tulisan ini Anda mungkin mulai tertarik dan berpikir bagaimana Anda bisa segera mulai mencoba bisnis properti.

Anda sangat sadar dengan keberadaan modal Anda tidak ada maka Anda menjadi bingung. Namun setelah Anda mengamati pengetahuan yang sebentar lagi Anda dapatkan pikiran Anda pun mungkin akan berubah bahwa ternyata permasalahan itu buka permasalahan sebenarnya.

Dan hal ini ditunjukkan oleh pengalaman yang segera bisa anda amati. Karena dari bisnis properti inilah mimpi Anda mungkin menemukan salah satu jawabannya untuk diwujudkan.

Silahkan download gratis sekarang ebook Kaya Dari Bisnis Properti Berdasarkan Pengalaman.

Mari berbagi Ilmu Untuk hidup menjadi lebih baik dan lebih berkah.

Sunday, September 26, 2010

JGC Targetkan Bangun 9000 Unit Rumah

JAKARTA (Suara Karya) Pengembang kota mandiri terintegrasi berstandar internasional (township) Jakarta Garden City (JGC) bertekad membangun 9.000 unit rumah pada 10 hingga 15 tahun ke depan. Pembangunan perumahan ini mengusung tema hijau (green property).

Tekad kami seperti itu dan konsep green property semakin kuat seiring dengan penerimaan penghargaan di forum Kongres Federasi Realestat Internasional (F1ABCI) ke-61 di Bali, beberapa waktu lalu," kata Presiden Direktur JGC Lim Seng Bin kepada wartawan di Jakarta, Rabu (2/6).

Menurut dia, JGC meraih penghargaan internasional "F1ABCI Prix dExcellence Award 2010" untuk kategori perumahan terbaik kedua di dunia kategori residensial (perumahan). Penghargaan itu diserahkan oleh Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Suharso Monoarfa. JGC dikelola oleh pengembang asal Singapura Keppel Land dan mulai dikembangkan sejak 2008 di atas lahan seluas 270 hektare di Cakung, Jakarta Timur.

Kini wujud JGC sebagai township sudah terlihat, karena infrastruktur dari jalan Cakung-Cilincing dan lingkungan sekitar sudah terbangun. Bahkan, kini sedang dibangun jalan masuk dari Jalan Raya Bekasi, dan akan dioperasikan pada September 2010.

Sedangkan untuk rumah sudah terbangun sekitar 415 unit dan sudah mulai dihuni oleh sekitar 80 kepala keluarga (KK). Tahun ini akan terus dibangun rumah hingga jumlahnya menjadi sekitar 900 unit dengan harga jual mulai Rp 600 juta-an hingga Rp 1,5 miliar.

"Kami yakin akses ke Jalan Raya Bekasi dari JGC akan menghidupkan fasilitas umum, sosial, dan komersial, seperti Sekolah Global Madiri yang akan dibuka Juli 2010 dan pusat pertokoan yang selesai Desember 2010 serta dibuka awal 2011," kata Lim.

Selanjutnya, JGC akan segera meluncurkan klaster baru Alamanda Blossom dan Alamanda Spring menyusul kesuksesan penjualan Alamanda 1 dan 11. Selain mengembangkan JGC, Keppel Land terus mencari lokasi yang strategis dan menarik untuk dikembangkan sebagai hunian, baik di dalam maupun luar Jakarta. "Selain Jabodetabek, kami sedang cari dan eksis di sejumlah kota, antara lain Surabaya, Bali, Yogyakarta, Manado, Bintan, dan Batam," katanya, (irovi)

Sumber : http://bataviase.co.id/node/236443

Model Rumah

Bisnis Properti Mulai Dari Kecil-kecilan

Bermodal kejujuran dan berani mencoba hal baru sering menjadi dasar orang sukses. Terbukti, berawal dari usaha jual besi-besi tua dan loakan, mendorong Miftah Sunandar menjadi pengembang properti muda yang sukses.

"Saya merintis bisnis properti itu berawal dari jualan besi-besi tua dan melayani kebutuhan orang-orang yang ingin mencari bahan bangunan murah dalam membangun rumah mereka. Kerennya, seperti supplier (penyuplai) dan kontraktor," kata Miftah Sunandar, presiden direktur PT Miftah Putra Mandiri (MPM) ketika ditemui dalam acara temu media di Jakarta, Sabtu, 20 Maret 2010.

Akhirnya, Miftah menambahkan, dengan seringnya bertandangnya konsumen kepadanya, dia memutuskan membuka toko bangunan kecil-kecilan, tanpa meninggalkan profesinya sebagai penjual besi-besi tua atau loakan.

"Pada 2002 saya membuka toko besi konstruksi dan bahan matrial, di samping menjual besi-besi tua. Sampai saat ini, usaha itu tetap saya geluti meski sudah menggeluti bisnis properti," kata dia yang berpendidikan sarjana ekonomi jurusan manajemen di STIA YAPPAN.

Sedang masuknya Miftah ke bisnis properti, dia mengaku diawali dengan membangun rumah dari konsumen-konsumen yang tadinya hanya ingin disediakan keperluan besi dan bahan bangunan lain.

Bahkan pada 2004, dia mulai berani membangun rumah di atas lahan 170 meter persegi (m2), sebanyak dua unit untuk ditawarkan atau dijual kepada konsumen. "Waktu itu, saya bermodalkan sertifikat tanah mertua," tutur Miftah.

Setelah berjalan beberapa tahun, ternyata usahanya terus berkembang dan akhirnya membawa Miftah menjadi kontraktor rumah-rumah pribadi dengan mendirikan 'CV Putra Mandiri'.

Perkenalannya dengan dunia bangunan membuatnya matang dengan pengalaman proyek dan berkenalan dengan para praktisi di bidang usaha kontraktor maupun developer. "Saya pun rela mengambil S2 di Panangian School of Property (PSP)," ujarnya.

Perumahan pertama yang dibangunnya dengan nama 'Perumahan Putra Mandiri' dengan hanya beberapa unit pun sukses menembus pasar. Akhirnya, dia terus mengembangkan bisnisnya dalam bidang pengembangan properti.

Pada akhir 2006, Miftah membuat perumahan yang dinamakan 'Vila Putra Mandiri I' sebanyak delapan unit yang berlokasi di Tanah Baru, Depok. Dalam waktu satu minggu, perumahan tersebut habis terjual.

Pada awal 2007, dirinya kembali membuktikan exsistensinya dalam bidang properti dan developer dengan membuat perumahan 'Vila Putra Mandiri II' sebanyak 13 unit rumah yang berlokasi di Tanah Baru, Depok, dan ternyata dalam waktu satu bulan juga habis terjual.

Kemudian, di akhir tahun yang sama, Miftah Sunandar kembali membuat Vila Putra Mandiri III&IV dengan jumlah keseluruhan 42 unit rumah yang dalam waktu dua bulan habis terjual.

Sedangkan pada 2008, dia kembali membuat perumahan dengan nama 'Putra Mandiri Residence' (40 unit) dengan konsep town house bergaya tropis modern yang lebih exclusive. 'Putra Mandiri Regency (80 unit), dan 'Putra Mandiri' sebanyak 38 unit di kawasan Pancoran Mas, Depok.

Pada akhir 2009 lalu, PT Miftah Putra Mandiri mengembangkan perumahan 'Griya Putra Mandiri' di atas lahan seluas 3,5 hektare di kawasan Citayam sebanyak 200 unit.

Bahkan, kini perusahaan properti itu sudah merambah kawasan Bandung, Jawa Barat dengan membangun perumahan 'Bentang Padalarang Regency' di atas lahan seluas 20 hektare.

"Pada tahap awal kami kembangkan 12 hektare, dengan 1.000 unit yang akan menghimpun berbagai tipe rumah mulai dari luas bangunan (lb) 22 m2 dan lusa tanah (lt) 60 m2 sampai 300/215 m2," kata Miftah yang saat ini baru berusia 28 tahun.

Proyek teranyar itu pun, dia mengakui, sudah terjual lebih kurang 200 unit sejak ditawarkan awal tahun lalu.

Sumber : bisnis.vivanews.com

Inspirasi Kaya Dari Proferti Modal Nol

Kali ini Anda akan melihat bagaimana Anda bisa mulai melangkah untuk bisa kaya lewat properti dengan modal nol atau sekecil-kecilnya.

Langkah yang sangat inspirastif di bawah ini bisa Anda terapkan. Saya menemukan tulisan ini 26 September 2010 dari tulisannya aryodiponegoro yang saya temukan di yusaksunaryanto.wordpress.com. Karena posting ini sangat berharga buat saya maka saya abadikan di blog saya supaya mudah untuk saya baca. Untuk itu sekaligus dalam kesempatan ini saya menghaturkan ijin untuk memuatnya.

Apa yang ada dalam benak anda tentang bisnis properti?

Modal besar?

Urusan birokrasi yang rumit?

Alur kerja yang njelimet?

Pemasaran yang fantastis?

Atau menjadi broker atau RCTI (Rombongan Calo Tanah Indonesia; hehehe, gak apa-apa yang penting halal)?

Boleh-boleh saja dan sah-sah saja. Tapi tips berikut akan merubah pola pikir anda! Baca dengan teliti dan simak baik-baik…

Think Big, Start Small, Act Now

Entah siapa yang memopulerkan kata-kata tersebut di atas. Tapi bagi saya, susunan kata tersebut memberi energi positif yang sangat besar. Untuk memulai bisnis properti memang dibutuhkan pemikiran yang besar, namun kadang kita terjebak bahwa pemikiran besar kita membutuhkan usaha yang besar pula. Sungguh tidak!

Runtutan berikut ini akan memberikan gambaran kepada anda bahwa untuk berbisnis properti sangat bisa dimulai dari hal yang kecil. Menjadi broker misalnya. Tapi keuntungan anda tidak seberapa. Bagaimana kalau saya berikan tips untuk menjadi developer / pengembangan perumahan dalam skala kecil. Empat, lima, enam rumah, bahkan satu rumah pun bisa menjadikan dan menghantarkan anda menjadi developer kelas wahid. Ingat cukup satu rumah! Namun untuk mewujudkan impian besar anda, jangan hanya berhenti di satu rumah saja. Fokus dan kontinuitas sangat dibutuhkan di sini.

Dengan anda membidik perumahan kecil, anda tidak akan berhubungan dengan birokrasi perijinan yang rumit. Di beberapa daerah batasannya berbeda-beda. Biasanya di atas 4 kapling, anda sudah wajib menempuh perijinan mulai dari fatwa lahan sampai dengan ijin lokasi. Sedangkan maksimal 4 kapling, anda cukup mengajukan Ijin Mendirikan Bangunan atau IMB. Ini akan menekan jumlah modal yang musti anda keluarkan.

Modal Tidak Harus Besar

Modal! Ya! Modal tidak harus besar. Syukur-syukur anda sudah memiliki tanah kapling yang siap bangun. Entah itu milik orang tua anda, sahabat anda atau orang lain yang mau bekerjasama dengan anda. Anda tidak perlu membeli kapling siap bangun kan ?! Tinggal buka koran, cari iklan baris bertajuk TANAH DIJUAL, telepon dan sampaikan tujuan anda. Singkat cerita, anda sudah “memiliki” kapling siap bangun.

Untuk membangun rumahnya dengan uang siapa? Gampang. Jangan kalah akal. Apabila tanah sudah dikuasai, anda tinggal pasarkan berikut desain rumahnya. Tetapkan saja uang muka penjualan sebesar 30% dari harga jual. Itu sudah mencukupi modal anda untuk membangun rumah.

Logikanya dari mana? Begini, misal anggaran pembangunan rumah adalah 2 juta/m2. Misal anda menjual tipe 45 m2, sehingga total biaya bangunan adalah 90juta. Harga jual tipe 45 misalnya 250 juta. Artinya 30% dari 250 juta adalah 75 juta. Artinya 75juta adalah 83,33% dari 90juta. Are we going to play a hard cash? Oh no… jelas tidak. Manfaatkan tenaga kontraktor sehingga kita bisa membayar kontraktor dengan progress. Kekurangan pembayaran bisa kita cadangkan dari pencairan KPR yang sebesar 175juta.

Think! Bagaimana jika kontraktor bersedia dibayar turn key, sampai dengan serah terima kunci, sang kontraktor baru menerima pembayaran? Artinya 75juta adalah MURNI UANG ANDA! Kontraktor dibayar dengan pencairan KPR yang bisa kita siasati dengan apa yang biasa disebut STANDING INSTRUCTION atau instruksi pencairan KPR dimana menyebutkan sejumlah dana untuk ditransfer ke rekening kita dan kontraktor.

Desain rumahnya dari mana? Itu mah gampang. Anda tinggal browsing di internet atau mengkoleksi brosur perumahan yang memang laku keras, anda tinggal pilih dan tentukan yang sesuai dengan tanah anda. Jika anda memiliki kepiawaian menggunakan program desain, anda bisa kerjakan sendiri. Atau anda tinggal bayar konsultan. Selesai!

Perhitungan Sederhana

Ingat, kita adalah developer kecil-kecilan. Perhitungannya pun sederhana sekali. Misal tanah seluas 100 m2 dihargai 300ribu/m2. Sehingga harga tanah adalah 30 juta. Bangunan tipe 45 seperti hitungan di atas adalah 90 juta. Artinya modal anda adalah 120 juta. Survey harga rumah yang setipe dengan rumah anda. Misal harga tipe 45 di sekitar lokasi anda adalah sebesar 300 juta. Logika sederhana, jika anda menjual rumah anda dengan harga 250 juta laku tidak? Keuntungan anda kotor anda adalah 130 juta bukan?

Jika anda memodali seluruhnya yakni sebesar 120 juta artinya anda mempunyai keuntungan kotor 108,33%. Padahal konsumen memodali anda 75 juta (ingat uang muka), artinya anda hanya memodali 45juta yang artinya anda mempunyai keuntungan kotor 288% dari modal anda. Padahal tanah yang anda kuasai adalah tanah kerjasama dengan sahabat anda seharga 30juta (ingat harga tanah), artinya modal anda cukup 15juta, artinya keuntungan kotor anda 866,67%. Nabung dimana dengan 15 juta bisa menghasilkan 866,67%? Fantastis kan?

Padahal (lagi) kekurangan anda sebesar 15 juta untuk pembayaran kontraktor akan anda bebankan dalam pencairan KPR, artinya modal anda 0 rupiah!!! Ehmm yang ini sedikit tidak masuk akal. Walau bagaimanapun, anda pasti akan keluar modal, tapi semangatnya adalah MODAL TIDAK HARUS BESAR!

Alur Kerja Mudah

Alur kerja ini bisa dipahami jika anda mengetahui siapa stake holder anda. Anda akan berhubungan dengan pemilik tanah, kontraktor, konsumen, rekanan bank, dan birokrasi. Sebagian besar sebenarnya sudah terbaca dari tulisan-tulisan di atas. Saya singkat sebagai berikut :

Pemilik tanah – Pemasaran – Kontraktor — Perbankan

Dengan pemilik tanah, anda musti mempersiapkan perjanjian perikatan jual beli (notaril bila diperlukan). Ini adalah langkah awal. Langkah kedua adalah memasarkan produk anda. Anda bisa memasarkan dengan brosur, iklan di media massa atau mailing list. Jika terjadi kesepakatan dengan pembeli, anda musti mempersiapkan perjanjian perikatan dengan pembeli / konsumen.

Rangkaian pemasaran selain perjanjian dengan konsumen adalah penagihan uang muka, persetujuan desain rumah dan proses persyaratan KPR (kredit pemilikan rumah) di bank.

Apabila sudah terpenuhi, maka anda musti mengundang kontraktor yang akan membangun. Perjanjian dengan kontraktor juga musti dibuat. Biasanya termaktub di dalamnya adalah gambar kerja, spesifikasi bangunan, harga kontrak pembangunan, cara pembayaran, jangka waktu pembangunan dan target pembangunan.

Setelah rumah selesai 100%, anda bisa memproses pencairan KPR di bank. Di sinilah anda musti mempersiapkan legalitas dengan konsumen, legalitas rumah yakni dengan proses jual beli di notaris, berikut juga IMB.

State Mission, Fokus dan Kerja Cerdas

State mission sebenarnya adalah kalimat yang menggugah pertama kali yakni Think Big. Berpikir besar! Tujuan anda tentunya tidak hanya berhenti dengan menjual 1 rumah saja bukan. Hanya dengan menjual 1 unit rumah SAJA belum tentu akan membuat anda bisa mapan.

Jadi tetapkan tujuan anda, misalnya tujuan anda adalah mendapatkan pasive income dari properti. Sungguh, bukan hal mustahil. Dengan keuntungan 1 unit rumah, anda sudah bisa membeli 1 aset rumah kelas RSS dan anda bisa mendapatkan passive income dengan menyewakan rumah tersebut.

Atau tujuan anda misalnya menjadi developer perumahan terbesar di kota anda. Maka jadikanlah bisnis kecil anda ini adalah kurva belajar menuju sesuatu yang anda cita-citakan.

Atau anda ingin mendapatkan passive income dengan mengikuti bisnis properti berjaringan. Anda tinggal taruh keuntungan anda tersebut dalam bisnis properti berjaringan, sembari terlibat dalam operasional yang tentunya akan meningkatkan kemampuan anda berbisnis properti. Tujuan ini juga tidak mustahil.

Artinya anda memang harus fokus dan bekerja cerdas agar state mission yang sudah anda cita-citakan sejak awal akan terwujud.